oleh

PMC Adukan Pelaut Papua yang Menganggur

-Metro-34 views

Merasa terpinggirkan dengan banyaknya pelaut dari Luar Kota Sorong yang bekerja pada perusahaan-perusahaan Pelayaran di Kota Sorong sehingga mengakibatkan banyaknya Pelaut Papua menganggur, meskipun memiliki Sertifikat dari lulusan salah satu Politeknik Pelayaran terbaik Di Kota Sorong, nyatanya jasa mereka tidak digunakan.

Ketua Papua Marine Cenderawasih (PMC), Habel Rumbino berserta jajarannya mendatangai Kantor DPRD Kota Sorong dan melakukan diskusi bersama Wakil Ketua II DPRD Kota Sorong, Elisabeth Nauw, SE sekaligus Anggota Komisi 1 DPRD Kota Sorong agar Pelaut Lokal mendapatkan perhatian.

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Sorong, Elisabeth Nauw, SE membenarkan adanya diskusi pengaduan masyarakat terkait tenaga kerja lokal. Menurut, Elis selama setahun bekerja sebagai wakil rakyat  khususnya dalam masa pandemi ini, yang dihadapi adalah pengaduan tenaga kerja sehingga Komisi 1 DPRD Kota Sorong yang bermitra dengan OPD di Dinas Ketenagakerjaan, berfikir untuk mendorong dalam bentuk Perda.

“Kalau setiap pengaduan kita urus maka tidak akan selesai itu masalah, sehingga kami bersepakat mendorong Perda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal,”jelas Elis

Karena apabila adanya Perda, tambah Elis, tenaga kerja lokal dalam bidang apapun bisa terserap dengan baik, dan afirmasi otonomi khusus yang disampaikan benar-benar terlaksana secara kongkrit di lapangan. Elis pun berharap agar Raperda yang telah dibahas tersebut akan dikonsultasikan ke provinsi dan semoga disetujui serta ditetapkan.

Sementara itu, Ketua Papua Marine Cendrawasi (PMC), Habel Rumbino mengatakan, kedatangannya bersama rekan-rekan PMC lainnya untuk berdiskusi bersama Komisi 1 DPRD Kota Sorong, meminta agar lebih memperhatikan nasib para pelaut Papua baik yang Asli Papua maupun yang telah lama tinggal di Papua khususnya di daerah Kota Sorong untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai bidangnya.

 “Selama ini, pelaut Papua dipandang sebelah mata bahkan dianggap belum apa-apa, padahal para pelaut Papua ini sudah bersekolah di salah satu lembaga Pendidikan Pelayaran berskala Internasional yang berada di Saoka,”ujarnya.

Bahkan, para lulusan Pelaut Papua dari lembaga pendidikan tersebut memiliki sertifikasi, namun nyatanya keberadaan mereka pun tidak dianggap bahkan menjadi pengangguran di tanah sendiri. Sementara itu, banyak perusahaan pelayaran di wilayah Kota Sorong merekrut tenaga-tenaga dari luar Kota Sorong, lalu untuk apa ada lembaga pelayaran di wilayah Sorong, tutup saja sekolah tersebut.

“Mereka pelaut Papua ini sudah memiliki ilmu, kualitas dan kompetensi yang tidak diragukan lagi, mereka pun sudah siap. Kenapa ambil dari luar terus, itu tidak boleh terjadi di tanah ini,”tegasnya.

Habel mengungkapkan rata-rata yang terdaftar dalam data PMC sekitar ribuan pelaut, apalagi setiap tahunnya ada lulusan pelaut yang menyelesaikan sekolahnya di Politeknik Pelayaran, bahkan kemampuan dan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaut Papua ini sama seperti yang dimiliki di daerah lain, seperti Makassar, Semarang, Surabaya dan Jakarta.(Juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed