oleh

PLN Bisa Lakukan Penyegelan Tanpa Pemberitahuan

-Ekonomi-35 views

Martha Adi Nugraha : 20 Ribu Pelanggan Pasca Bayar, 5 % Sering Menunggak

SORONG – Menjawab berbagai pertanyaan masyarakat khususnya pelanggan pengguna meteran pasca bayar terkait penyegelan ataupun pemutusan sepihak yang dilakukan PT. PLN UP3 Sorong tanpa pemberitahuan. Manager PT. PLN UP3 Sorong, Martha Adi Nugraha menegaskan bahwa PLN UP3 Sorong bisa melakukan penyegelan ataupun pemutusan listrik tanpa adanya pemberitahuan.
Manager PT PLN UP3 Sorong, Martha Adi Nugraha menjelaskan, PLN UP3 Sorong bisa melakukan penyegelan ataupun pemutusan jaringan listrik khususnya para pengguna meteran pasca bayar tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, akan tetapi berdasarkan surat perjanjian jual beli tenaga listrik yang ditandatangani oleh ­pelanggan.

“Betul, kami bisa melakukan pemutusan berdasarkan surat perjanjian jual beli, kalau terkait berapa jumlah tagihannya bisa dicek di Kantor Pos karena sekarang serba online,”jelasnya kepada Radar Sorong, Senin (5/4).
Berdasarkan surat perjanjian jual beli tenaga listrik yang ditandatangani oleh pelanggan, sambung Adi Nugraha, disepakati atas akhir pembayaran listrik pasca bayar maksimalh pada tanggal 20 setiap bulannya. Sehingga, jika lewat dari tanggal 20 pelanggan akan dikenakan denda biaya keterlambatan dan dikenakan pemutusan.
Sebelum tanggal 20, tambah Martha PLN UP3 Sorong selalu mengingatkan para pelanggannya khususnya yang sering kali menunggak pembayaran dengan diberikan tagihan listrik, bahkan satu rumah bisa didatangani 2 hingga 3 kali bahkan 4 kali oleh petugas PLN UP3 Sorong.
“Saya sendiri ikut karena saya tidak mau hanya menerima laporan dari anak buah saya, tapi saya langsung turun ke lapangan melihat kondisi dan mendengarkan keluhan masya­rakat atau pelanggan,”terangnya. Perlu masyarakat ketahui, bahwa pasca bayar dan prabayar berbeda dimana kalau prabayar masyarakat atau pelanggan yang membutuhkan listrik harus membeli dalam bentuk token, sedangkan pasca bayar adalah pelanggan menggunakan listrik dulu baru bayar.
Dicontohkan Adi Nugraha, pelanggan yang mengggunakan listrik di bulan April 2021 akan membayar pada bulan Mei 2021 maksimal sampai dengan tanggal 20.

“Kadang pelanggan berfikir baru menggunakan 20 hari langsung disuruh bayar, tapi padahal yang dipakai adalah listrik bulan sebelumnya,”paparnya.
Adi Nugraha menungkapkan sekitar 20.000 pelanggan di wilayah Kota Sorong masih menggunakan meteran listrik pasca bayar, dan diantaranya kurang lebih sekitar 1.000 pelanggan atau 5 persen yang sering menunggak pembayaran listrik.

“5 persen itu cukup tinggi, karena uangnya jadi tidak bisa diputar lagi. Karena, disatu sisi masyarakat menginginkan agar kalau bisa jangan sering mati lampu.
Sedangkan kalau kita mau melakukan pemeliharaankan butuh uang dari hasil pembayaran dari pelanggan sendiri,”terangnya.
Bilamana pelanggan makin tidak tertib membayar listrik maka dampaknya akan dirasakan juga oleh pelanggan lainnya seperti sering mati lampu karena pemeliharaan jaringan listrik yang terganggu. Karena, sejauh ini PLN UP3 Sorong belum berjualan lain selain listrik.

“Oleh sebab itu saya mengimbau kepada pelanggan meteran pasca bayar agar pembayarannya kalau bisa dilakukan di awal bulan mulai tanggal 3 ataupun maksimal hingga tanggal 20,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed