oleh

PK 21, Bisa Secara Online dan Manual

-Metro-42 views

SORONG-Pemerintah Kota Sorong melakukan pencanangan pendataan keluarga tahun 2021 (PK 21) yang mulai pada 1 April hingga 31 Mei 2021. Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengapresiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai instansi vertikal yang mempunyai kepedulian terhadap pelaksanaan program peningkatan sumber daya manusia.

“Pendataan keluarga merupakan kegiatan 5 tahunan dari BKKBN yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di Kota Sorong, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi basis dara keluarga untuk intevensi program bangga kencana yaitu pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga bencana yang dilaksanakan BKKBN dan program pemerintah daerah,” jelasnya usai melakukan pencanangan di Aula Samu Siret.

Lanjutnya, hal ini sesuai UU Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga menyatakan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data dan informasi mengenai kependudukan dan keluarga melalui sensus, survei dan pendataan keluarga, dan diperkuat dengan peraturan pemerintah nomor 87 tahun 2014 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, keluarga berencana dan sistem informasi keluarga. 

 “Berkaitan dengan itu, maka saya menghimbau kepada seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan pemda Kota Sorong dan seluruh masyarakat yang berdomisili di Kota Sorong agar dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan pendataan keluarga tahun 2021 yang dilaksanakan secara serentak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Sorong, Karel Gifelem mengatakan bahwa wilayah PK 21 adalah Kota Sorong dengan sasaran anggota keluarga atau setiap kepala keluarga di semua kelurahan Kota Sorong mulai 1 April hingga 31 Meri 2021.

“Tujuan pendataaan PK 21 untuk menyediakan basis dara keluarga Indonesia untuk intevensi program Bangga Kencana, selain itu pendataan keluarga juga memuat informasi keluarga beresikoa stunting, khususnya terkait data antropometri balita menyangkut tinggu badan, berat badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala,” jelasnya.

Kemudian, cara pendataan ada 2 cara yaitu system pendataan secara online melalui aplikasi dan system pendataan secara manual yang dilakukan dengan cara wawancara dari rumah ke rumah oleh kader pendara atau petugas pendata. Petugas pendata sebanyak 352 orang terdiri daru kader BKKBN dibantu oleh pihak distrik, dan kelurahan.

“Jumlah KK Kota Sorong yang didata sesuai target yang ditetapkan oleh pusat yaitu jumlah KK berdasarkan APBN sebesar 55.209 KK dari jumlah KK Kota Sorong hasil sensus penduduk tahun 2021 yaitu 86.985 KK dari jumlah tersebut ada selisih sebesar 31.776 KK ditambah 1.161. KK sama dengan 32.937 KK,” katanya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed