oleh

Pisang Ijo Warna-Warni Laris Manis

-Ekonomi-186 views

SORONG – Momen Ramadhan yang sangat lekat dengan munculnya pedagang takjil dadakan menjadi tidak terelakkan. Pisang ijo, salah satu makanan khas dari Sulawesi Selatan pun jadi referensi kuliner yang ramai diburu masyarakat saat Ramadhan. Dilihat dari namanya, sudah pasti kuliner ini berwarna hijau.
Berbeda dengan pisang ijo pada umumnya, pisang ijo unik dengan berbagai varian warna bisa jadi referensi hidangan untuk berbuka puasa. Pedagang pisang ijo tersebut bernama, Syahra (34), salah seorang warga yang tinggal di Jalan Perikanan, Klademak 2 Pante.
Syahra menjual pisang ijo dengan berbagai warna, yakni hijau, kuning, merah muda dan ungu. Pisang ijo ini tergolong sangat unik dan mungkin sebelumnya belum pernah ditemui di Kota Sorong. Ide menjual pisang ijo ini pertama kali muncul saat Syahra menonton YouTube. Dari kanal YouTube tersebutlah, dirinya menonton berbagai kreasi pisang ijo yang berbeda.
Dirinya lalu berfikir, jika kuliner unik tersebut dijadikan peluang usaha di bulan Ramadhan seperti ini mungkin akan menjadi sangat menjanjikan.
“Biasa kita lihat pisangnya hanya warna hijau saja tetapi kemudian saya buka YouTube dan mendapatkan inspirasi dari situ. Saya lihat pisangnya ada yang warna-warni, sangat lucu. Kemudian saya berpikir mengapa apa tidak saya olah saja di sini. Apalagi saya lihat di Sorong belum ada yang seperti ini jadi saya kira kalau ada yang berbeda sendiri, tampil sendiri dia akan menarik perhatian masyarakat,”tutur.
Kuliner ini mulai digelutinya sejak hari ke-3 puasa, terlebih lagi sejak adanya imbauan ‘stay at home’ oleh pemerintah. “Makanan ini saya jual hanya saat bulan puasa karena kebetulan kita diimbau untuk stay at home, tidak boleh keluar rumah jika memang tidak perlu. Maka untuk mengisi kekosongan itu saya bisa sambil jualan pisang ijo warna-warni,” tetangnya.
Syahra menjual pisang ijo ini hanya sesuai pesanan yang ditetima. Pisang ijo warna-warni ini dijual dengan memanfaatkan grup jual beli online di Facebook. Melalui media jual beli online tersebut, Syahra biasa melayani orderan hingga 25 porsi per harinya, bahkan kadang lebih. Satu porsi pisang ijo dijual seharga Rp 10.000.
“Biasa saya terima orderan sampai 25 porsi sehari. Saya terima orderan malam, besok harinya baru saya buat. Tetapi kadang ada juga pembeli yang kecewa karena mereka terlambat order, jadi tidak kebagian,” bebernya
Alasan yang menjadikan kuliner unik ini banyak diburu konsumen, selain tampilan warnanya yang berbeda, fla yang digunakan juga berbeda dari biasanya. Selain fla original, Syahra juga membuat sendiri fla dengan varian rasa vanila dan coklat.
Syahra berharap, kreasi keunikan kuliner yang dibuatnya ini bisa menjadi salah satu referensi berbuka puasa bagi umat muslim di Kota Sorong. “Saya kira ini bisa jadi pilihan berbuka puasa untuk saudara-saudara muslim. Karena keunikan makanan ini tidak hanya dari tampilannya saja, tetapi juga rasanya. Jadi mereka harus mencobanya,” harapnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed