oleh

Pinjam HP Ikut Audisi Liga Dangdut

SORONG – Memasuki tahun keempat, kompetisi Liga Dangdut (LIDA) akan kembali menjaring talenta muda berbakat melalui audisi yang digelar secara online di 34 provinsi se-Indonesia sejak 15 November 2020 sampai 17 Januari 2021. Khususnya di wilayah Papua Barat, enam talenta muda mulai mengikuti Lida secara online, Selasa (29/12).

Enam peserta Lida tersebut yakni Andi Sandi dan Hijriya dari Sorong, Nurulwia, Nurhafiza dan Dian Kurnia dari  Kabupaten Kaimana, serta Fandi Rumakey dari Kabupaten Fakfak. Secara virtual, Fandi Rumakey menjelaskan bahwa ia baru pertama kali mengikuti audisi Liga Dangdut Indosiar. Motivasinya mengikuti audisi, untuk membahagiakan keluarganya khususnya orang tua. ”Kedua orang tua saya hanya sebagai petani Sagu, sehingga saya ingin ikut LIDA agar dapat mengubah nasib keluarga,” jelasnya kepada wartawan, kemarin.

Anak kedua dari tujuh bersaudara ini mengaku belum pernah bernyanyi dari panggung ke panggung, ia hanya bernyanyi di rumah diiringi gitar. Setelah mengetahui adanya audisi Liga Dangdut dari salah satu keluarganga, Fandi berupaya mengikuti audisi meskipun harus meminjam handphone salah satu keluarganya. ”Saya daftar ini tidak punya HP, jadi saya pinjam HP salah satu keluarga saya untuk ikut LIDA ini,” ujarnya.

Sementara itu, Hijriah (22) asal Sorong, mengaku sudah kali keempat mengikuti ajang LIDA ini. Wanita 22 tahun tersebut tidak patah semangat meskipun sudah tiga kali gagal. Menurut Hijriah, pada LIDA pertama ia dinyatakan lolos dan sempat bernyanyi di panggung LIDA, namun akhirnya ia gagal. Kali kedua dan ketiga ia ikut audisi di Jakarta namun dinyatakan tidak lolos. 

Mengikuti audisi LIDA ke-4 kalinya ini, ia tidak patah semangat dan mencoba kembali keberuntungannya. Sebab, bernyanyi di atas panggung merupakan impiannya. ”Saya sudah bernyanyi dangdut sejak SMP dan hingga sekarang masih aktif bernyanyi dari panggung ke panggung. Motivasi saya adalah untuk bahagiakan orang tua saya. Saya bersyukur masih diberikan kesempatan ikut lagi,” terangnya.

Direktur Programming SCM Harsiwi Achmad menjelaskan, pilihan menggelar audisi LIDA tahun 2021 secara online tidak semata karena kondisi pandemi yang hingga saat ini belum juga usai, melainkan juga menangkap animo masyarakat di audisi tahun-tahun sebelumnya yang harus menempuh perjalanan berjam-jam dari rumah menuju lokasi audisi yang digelar di ibukota provinsi atau kabupaten “Panjangnya waktu pendaftaran mudah-mudah akan membuat calon peserta bisa lebih matang mempersiapkan diri sampai menjelang hari audisi online,” jelasnya  melalui press rilis, kemarin

Audisi online LIDA 2021 dapat diikuti pria dan wanita berumur 14–25  yang memiliki bakat menyanyi lagu dangdut atau Melayu. Calon peserta dapat mendaftar melalui website www.indosiar.com dengan mengisi formulir secara online berupa data diri, ­antara lain kartu identitas, foto terbaru full body dan close up. 

Setiap calon peserta juga harus mengupload 2 video cover di IGTV pribadi dengan menyanyikan lagu dangdut yang sudah ditentukan baik bertempo cepat  maupun tempo lambat. Kemudian, link video yang sudah diupload ke IGTV  dimasukkan pada form pendaftaran di kolom yang tersedia untuk proses penjurian. ”Akun instagram yang digunakan untuk mengunggah video tidak dalam kondisi private atau terkunci,”ungkapnya

Lagu wajib yang harus dicover dalam video oleh para peserta yakni Gejolak Asmara (Up Beat) dan Tiada Tara (Slow Beat) untuk peserta pria, dan lagu Ditikam Asmara (Up Beat) dan Kulepas Dengan Ikhlas (Slow Beat) wajib ­dinyanyikan peserta wanita. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed