oleh

Pilkada Raja Ampat, Warga Jangan Golput

-Metro-48 views

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Raja Ampat intens melakukan sosialisasi terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat serentak Tahun 2020. Dengan satu pasangan calon (Paslon) dimasing-masing kordinator wilayah (Korwil) diantaranya, wilayah Misool, Pantai Utara (Pantura), Salawati-Batanta, Waigeo Selatan-Waigeo Barat, Waisai Kota dan Teluk Mayalibit.

“Sosialisasi diberikan kepada penyelenggara tingkat bawah, baik itu, Panitia Pemilihan Distrik (PPD), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), termasuk keterwakilan tokoh masyarakat (Tomas) yang berada di Ibu Kota Distrik se-Kabupaten Raja Ampat sejak 18-21 Oktober 2020 lalu. Dengan Pilkada  dengan satu Paslon ini, masyarakat selaku pemilih dalam menentukan pilihannya boleh memilih diantara keduanya, apakah mau memilih Paslon yang berada ditata letak sebelah kanan ataukah memilih kolom kosong yang berada pada sisi sebelah kiri. Namun, memilih satu diantara keduanya merupakan hal yang sah. Sepanjang mengikuti kaidah-kaidah tata cara pencoblosan yang ditetapkan KPU, ” terag Komisioner KPU Raja Ampat, Divisi Hukum dan Pengawasan, Muslim Saifuddin, SH selaku Koordinator Wilayah Pantura (Pantai Utara) kepada Radar Sorong di ruang kerjanya Jumat (23/10) kemarin.

Ia menjelaskan, memilih dalam kaidah-kaidah tata cara pencoblosan yang dimaksud oleh KPU ialah, pemilih hanya melakukan pencoblosan hanya satu kali coblos pada satu titik atau satu kolom, baik itu kolom kosong maupun kolom Paslon. Kemudian, pemilih tidak memberikan hak suaranya di luar metode-metode tata cara pencoblosan dan alat-alat yang telah disiapkan oleh KPU dengan menggunakan benda-benda tajam selain paku seperti silet, rokok, maka dianggap tidak sah. Ini yang disampaikan kepada pemilih yang berada dilima wilayah se-kabupaten Raja Ampat.

“Jadi, kalau pemilih memilih sepanjang masih dalam tata cara pencoblosan sesuai apa yang diatur didalam regulasi, maka suaranya dihitung sah. Apakah mau memilih dikolom kosong ataupun dikolom paslon sepanjang masih dalam koridor tata cara, tetap sah,” tandasnya. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed