Pidsus Turun Tangan Menyelidiki Kasus Dugaan Korupsi Lahan Sampah di Makassar!

Setelah bidang intelijen langsung menindaki kasus dugaan korupsi lahan yang terjadi di Makassar, kini giliran bidang pidana khusus, atau pidsus, untuk menemukan jawaban. Melansir dari sumber Liputan6.com, dikatakan bahwa tim penyelidik pidsus Kejari Makassar, akan terus memperhatikan dan meningkatkan fokus untuk penyelidikan saksi-saksi yang di duga mengetahui kronologi dibalik dugaan korupsi hingga Rp 70 miliar itu. 

Menanggapi hal ini, Syamsurezki, selaku Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), mengatakan bahwa kini giliran pihaknya yang akan melakukan pemeriksaan serta penyelidikan atas kasus dugaan korupsi pembebasan lahan industri persampahan di kota Makassar yang telah menelan dana APBD Kota Makassar hingga total Rp 70 miliar itu. Dengan demikian, untuk memaksimalkan jawaban dari sejumlah proses penyelidikan, Kejari Makassar masih belum bisa memberikan informasi lebih banyak terhadap perkembangan hasil penyelidik ke publik. 

Selain itu, ia pun turut berbicara bahwa data para saksi, baik itu jumlah maupun keterangan orang terkait, akan dirahasiakan hingga jawaban pasti ditemukan. “Untuk saat ini, kami masih dalam proses. Kami masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai kasus ini, karena proses penyelidikan baru kami lakukan. Ketika tahap penyelidikan sudah berlanjut, barulah kasus ini kita akan ekspos perlahan-lahan kepada publik,” ujarnya, yang kami lansir dari sumber Liputan6.com, pada Jumat, 4 Maret 2022 kemarin. 

Sekedar informasi untuk anda, sebelumnya Kejari Makassar sudah memberikan janji dengan tegas kepada publik untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan industri persampahan yang terjadi di Makassar. Proyek yang dilaksanakan oleh Ilham Arief Siradjuddin, selaku Wali Kota Makassar ini, telah meraibkan dana APBD Makassar hingga Rp 70 miliar lebih. Kejari Makassar menduga, bahwa ada penyimpangan yang kuat, sehingga mengarah ke pelanggaran hukum, yaitu perbuatan korupsi di Indonesia. 

Kasus dugaan korupsi ini pun menyebabkan keresahan di lingkungan masyarakat, khususnya warga Makassar. Pasalnya, sudah lama kasus ditangani, namun tidak kunjung ditemukan pelaku dibaliknya. Di kesempatan yang berbeda, Andi Sundari, yang menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, alias Kejari Makassar, mengatakan bahwa awal proses penyelidikan kasus dugaan korupsi lahan itu di tangani oleh badan Intelijen Kejari Makassar. Karena sudah menemukan jawaban yang dicari, kasus itu kemudian beralih “tangan” ke bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Makassar. 

“Sebelumnya, badan intelijen kita sudah menyelesaikan proses penyelidikan, dan telah ditemukan hasil bahwa diyakini ada sejumlah pihak melakukan dugaan korupsi yang telah melawan hukum Indonesia di celah proyek pembebasan lahan. Sehingga, proses penyelidikan yang mendekati hasil akhir pun harus ditangani langsung oleh bidang pidsus,” ujar Andi Sudari, saat menghadiri acara khusus mengenai catatan akhir tahun 2021 di Aula Kejari Makassar Jalan Hertasning, Makassar, yang kami lansir dari sumber Liputan6.com, pada Selasa, 4 Januari 2022 lalu. 

Pengusutan dugaan kasus korupsi ketika proyek pembebasan lahan industri persampahan di kota Makassar, katanya, sudah sesuai dan berjalan baik mengikuti prosedur berdasarkan program Jaksa Agung ST. Burhanuddin. Yang mana Jaksa Agung selalu terbuka memberikan instruksi kepada seluruh jajaran kejaksaan di Indonesia, termasuk Kejari Makassar, tidak pernah memandang kasta, ataupun bulu, dengan tujuan utama nya, adalah memberantas habis seluruh praktik para mafia di Indonesia, baik mafia yang berkaitan dengan pelabuhan, terlebih lagi belakangan ini ada banyak sekali mafia tanah yang telah menyebabkan kekhawatiran besar dan kerugian di masyarakat. 

“Indikasi atas kasus dugaan korupsi ditengah proyek pembebasan lahan sampah industri di Makassar ini, dari hasil yang kami miliki atas proses penyelidikan, disebabkan oleh para mafia tanah di Indonesia. Sehingga saat ini dan beberapa waktu kedepan, kami akan lebih fokus untuk mengusut tuntas kasus mafia tanah yang semakin meresahkan masyarakat, sesuai dengan instruksi Jaksa Agung,” lanjutnya. Meskipun demikian, katanya, untuk saat ini pihaknya masih belum bisa memberikan informasi lengkap mengenai gambaran hasil penyelidikan kepada publik. 

Andi pun memberikan alasan dibalik tindakan itu. “Karena untuk saat ini, kami masih dalam tindakan penyelidikan secara tertutup,” ucap Andi dengan jelas. Sejak akhir 2021 lalu, kasus dugaan korupsi lahan sampah di Makassar, sedang menjadi sorotan. Hal ini membuat masyarakat mendorong pihak terkait kota tersebut untuk menemukan pelakunya.

Previous post Deretan Makanan Terbaik untuk Penderita Hipertensi, Dijamin Darah Tinggi Menurun!
Next post Heboh! Suara Merdu Alleia Anata Anak Ariel NOAH Buat Warganet Terpukau!