oleh

Petugas Tracer Lacak Kontak Erat Covid

**Dimulai 28 Juni hingga 31 Desember

SORONG-Sebanyak 87 Petugas tracer akan disebarkan atau diturunkan ke wilayah se-Kota Sorong untuk melacak masyarakat yang telah teridentifikasi reaktif,  atau terpapar corona atau kontak erat berdasarkan hasil swab dan rapid test. Pelacakan tersebut akan dimulai sejak tanggal 28 Juni hingga 31 Desember 2021.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Ketua Tim Surveillance Kota Sorong, Jenny Isir mengatakan, Tes Lacak Isolasi (TLI) merupakan salah satu strategi dari pemerintah yang berupaya untuk meningkatkan Tracing, Testing, Treatment (3T). Sehingga kapasitas pemeriksaan spesimen dapat meningkat dan kasus konfirmasi maupun kontak eratnya dapat dipantau dan dicatat dengan baik. 

Dijelaskannya bahwa, orang yang melakukan kegiatan tracing disebut dengan “tracer” yang bertugas untuk mencari kontak erat dari kasus konfirmasi, setiap hari hingga kasus konfirmasi dan kontak erat tersebut selesai isolasi. Tenaga tracer dilakukan dengan bekerja sama dengan lintas sektor, sehingga tracer akan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan mahasiswa. 3T yang berjalan dengan baik diiringi dengan kebijakan vaksinasi Covid-19 saat ini yang sedang berlangsung diharapkan dapat menurunkan kasus Covid-19, khususnya di Kota Sorong. 

“Tujuan kegiatan ini adalah pelepasan tenaga tracer, yang akan bertugas di Kota Sorong di wilayah kerja 10 Puskesmas dan memperkenalkan tenaga tracer yang akan bertugas di Kota Sorong. Tujuannya juga mempertegas tugas dan tanggung jawab tenaga tracer dalam menjalankan tugas melakukan pelacakan kontak erat dan pemantauan. Tujuan berikutnya menumbuhkan komitmen petugas tracer agar bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. Petugas tracer yaitu dari Babinsa dari kelurahan sebanyak 41 orang. Bhabinkamtibmas dari kelurahan sebanyak 41 orang. Relawan dari mahasiswa berjumlah 5 orang. Jumlah petugas tracer sebanyak 87 orang,” jelasnya.

Lanjutnya, Tugas Tenaga Tracer yaitu pertama, mencari dan memantau kontak erat selama karantina dan isolasi. Kedua, memberikan informasi yang benar terkait Covid-19 termasuk pentingnya karantina dan isolasi yang benar. Ketiga, memantau kondisi kesehatan orang yang melakukan karantina dan isolasi dengan menanyakan bagaimana keadaan kesehatannya selam masa karantina dan isolasi. Keempat, melaporkan hasil pemantauan kepada petugas Puskesmas (Koordinator Tracer) dan menginput hasil pemantauan dengan apilkasi SILACAK.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh tenaga tracer mulai pada tanggal 28 Juni hingga 31 Desember 2021 di wilayah kelurahan dan distrik di Kota Sorong,” ujarnya.

Hal tersebut, kata Jenny dilakukan karena Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap banyak sektor, bukan hanya sektor kesehatan, namun juga sektor lainnya. Hingga saat ini, total kumulatif kasus konfirmasi Covid-19 di Papua Barat sebanyak 9.489 kasus dan Kota Sorong menyumbangkan 35% kasus konfirmasi Covid-19 di se-Papua Barat. 

“Total kasus konfirmasi Kota Sorong per tanggal 23 Juni 2021 adalah 3.304 dengan total kematian 64 kasus  yaitu CFR/Case Fatality Rate sebesar 2%. Saat ini diprediksi masih banyak kasus aktif Covid-19 di Kota Sorong yang tidak terdeteksi karena kapasitas pemeriksaan Kota Sorong pada tahun 2021 sangat rendah,” ungkapnya.

Kemudian, Wali Kota Sorong,Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM melakukan penyematan kartu tanda petugas tracer sebagai tanda pelepasan petugas untuk mulai melaksanakan tugasnya. Ia meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Sorong, sebelum melakukan pelacakan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Entah melalui media cetak, elektronik atau turun langsung. “Virus corona masih tersebar. Kita tidak boleh berdiam diri. Kita harus ada upaya-upaya untuk mengatasi penyebaran virus corona itu. Itu yang diharapkan kepada tim yang tadi (petugas tracer) akan turun melakukan sosialisasi. Supaya masyarakat hati-hati melakukan aktivitas. Tapi utamanya harus memperhatikan protokol kesehatan, untuk menghindari virus corona,”pungkasnya.

Untuk data terbaru mengenai Covid di Kota Sorong, Jubir Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy Laku,S.Pi,MM mengatakan, perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong pada Jumat (25/6), bahwa Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong telah menerima pemeriksaan sampel sebanyak 18 sampel. Dari sampel tersebut terdapat penambahan kasus Covid-19, terkonfirmasi positif sebanyak 18 orang dan penambahan sembuh 25 orang. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed