oleh

Peserta Diklat Kokam 70% OAP

AIMAS – Raker ke-3 yang merupakan Raker tahap terakhir Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sorong kali ini dilakukan bersamaan dengan Diklat Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) yang diikuti oleh sebanyak 35 peserta. Perekrutan peserta Diklat Kokam pada angkatan ke-III kali ini, sebanyak 70 persen diantaranya merupakan OAP (Orang Asli Papua).

Rektor Unimuda Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si menuturkan, sebagai lembaga yang hidup di tanah Papua, sudah seharusnya Pemuda Muhammadiyah bersinergi dengan para tuannya (red, para OAP). Sebab sebuah lembaga yang ada di tanah Papua namun tidak melibatkan anak Papua menjadi pemeran di dalamnya, maka lembaga tersebut di anggap tidak bermanfaat.

“Kalau lembaga di tanah ini tidak melibatkan anak Papua, maka lembaga tersebut tidak ada manfaatnya bagi tanah ini. Jadi kita harus melibatkan anak-anak Papua untuk menjadi bagian dari lembaga yang ada di daerahnya, menjadi subjek dan menjadi tuan di tanahnya sendiri. Penting sekali ada kearifan lokal,” ujar Rektor Unimuda.

Selain peserta Diklat Kokam yang mayoritas merupakan OAP, Unimuda merupakan kampus Muhammadiyah yang terbilang sangat terbuka dengan masyarakat umum termasuk bagi anak-anak Papua. Hal ini dibuktikan dengan hampir 80 persen mahasiswa Unimuda merupakan para OAP yang datang dari berbagai daerah yang ada di Tanah Papua.

“Unimuda sendiri mahasiswa hampir 80% merupakan anak-anak Papua, bahkan kita sudah mengalahkan salah satu Universitas Kristen di Papua Barat, yang nomenklaturnya sudah jelas. Ini membuktikan bahwa Muhammadiyah sangat terbuka untuk anak Papua, dan anak Papua juga tidak segan-segan bergabung menjadi bagian dari Muhammadiyah untuk tanah Papua,” terangnya.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sorong, Bandu menuturkan, terkait Raker kali ini, dirinya berharap Pemuda Muhammadiyah bisa membentuk cabang hingga ke tingkat ranting guna berdakwah dengan menerapkan prinsip-prinsip Kemuhammadiyahan.

“Pemuda Muhammadiyah harus berada di garda terdepan untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan prinsip dakwah Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah merupakan salah satu tonggak masa depan bangsa,” imbuh Bandu.

Sementara itu, lanjut Bandu, terkait Kokam, kali ini banyak direkrut peserta OAP untuk memberdayakan mereka untuk mampu memberikan kontribusi di tanahnya sendiri. Kokam angkatan ke-III PD Muhammadiyah Kabupaten Sorong nantinya akan ditempa selama empat hari oleh anggota Batalyon Zeni Tempur PPA 20 yang juga selama ini telah bermitra dengan Unimuda Sorong. Keberadaan Kokam juga diharapkan mampu memperkuat barisan pemuda Muhammadiyah ke depan.

“Selama empat hari lamanya peserta Diklat akan benar-benar digembleng oleh anggota Batalyon Zeni Tempur PPA 20. Ini diupayakan untuk menguji ketahanan fisik para Kokam yang mana mereka nantinya adalah kekuatan bagi Pemuda Muhammadiyyah,” tuntasnya.(ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed