oleh

Perum Bulog Produksi Beras Bervitamin

-Ekonomi-76 views

SORONG – Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Rendy Ardiansyah mengatakan, Bulog Sorong melakukan terobosan baru dan pertama di wilayah Papua Barat, hanya di Kota Sorong Bulog Sorong menghadirkan mesin mixer (pencampur) fortifikan untuk produksi beras bervitamin.
Dimana fortifikasi atau fortifikasi pangan atau pengayaan adalah proses penambahan mikronutrien (vitamin dan unsur renik esensial) pada makanan.
Hal ini merupakan murni pilihan komersial untuk menyediakan nutrisi ekstra dalam makanan, sementara di saat yang sama terdapat kebijakan kesehatan masyarakat yang bertujuan mengurangi jumlah orang dengan gizi buruk dalam populasi.
Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan vitamin dan mineral. Dalam 100 gram beras tersebut, terkandung vitamin A 195 µg, vitamin B1 (tiamin) 0,65 mg, vitamin B3 (niasin) 9,1 mg, vitamin B6 0,78 mg, vitamin B9 (asam folat) 169 µg, zat besi (Fe) 4 mg, dan Seng (Zn) 6 mg.
“Kita lagi produksi beras bervitamin namanya beras Fortivit. Di Papua Barat, mesin mixer dan mesin vakum hanya ada di Kota Sorong, mesin vakum, mesin mixer fortifikan untuk meningkatkan produksi beras bervitamin,” katanya kepada Radar Sorong, Senin (15/2/2021).
Dikatakannya bahwa, cara pembuatan beras bervitamin yaitu menggunakan beras premium ditambahkan fortifikan yang di mixing, kemudian dikemas menggunakan mesin vakum automatis dengan kemasan 1 kg dan 5 kg.“Kita lagi genjot ini. Apalagi ­musim pandemic covi-19, beras ini ­sangat bermanfaat untuk immunitas tubuh dan cocok untuk penanganan stunting karena beras ini ada vitaminnya,” ujarnya.
Dikatakannya lagi, bahwa dalam sehari rata-rata untuk bisa menghasilkan beras bervitamin bisa mencapai seton.

“Karena kapasitas mesin mixer ­rata-ratas sehari bisa hasilkan 1 ton produksi berasnya,” katanya.
Lanjutnya, bahwa beras Fortivit tersebut aman untuk dikonsumsi karena telah mengantogi sertifikasi nasional. Sehingga untuk proses sertifikasi lokal juga lagi proses untuk ijin halal di MUI Kota Sorong. Kemudian Bulog Sorong juga sudah melakukan produksi beras Fortivit sejak akhir tahun 2020 sembari menunggu ijin.
“Sebenarnya di pusat sudah ada sertifikasinya tetapi lokal juga minta. Pengurusan ijin sudah di awal Januari 2021. Namun sambil menunggu ijin halal tersebut, sudah kita ­produksi. Karena ada uji lab juga kita di Surabaya. Kita baru mulai produksi sejak Desember 2020, hingga saat ini sudah hampir 1 ton. Tinggal tunggu ijin baru kita keluarkan, jadi sudah ready,” jelasnya.
Rendy Ardiansyah, juga menambahkan bahwa Beras Fortivit memiliki keunggulan dibanding beras lainnya, karena selain menyehatkan, beras Fortivit juga memiliki masa ketahanan awet yang tahan lama padahal tanpa bahan pengawet. Kemudian harga beras Fortivit atau beras bervitamin ini juga memiliki harga yang berbeda dengan harga beras Bulog lainnya.

“Beras ini tahan lama, kualitasnya terjaga bisa mencapai 1 tahun. Sementara beras biasanya hanya 3 bulan. Jadi kita hanya menyediakan ukuran 1 kg harganya Rp17.000, dan ukuran 5 kg lebih murah yaitu harganya Rp16.000 per kg,” pungkasnya.
Salah pedagang sembako, Reni mengaku bahwa jika memang ada beras bervitamin maka sangat bagus dan tentunya bermanfaat untuk tubuh ­kita.
“Bagus kalau memang ada, saya mau beli. Untuk konsumsi sendiri atau jual itu kan bermanfaat untuk diri kita sehat,”tandasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed