oleh

Pertamina Bantu Budidaya Ikan Air Tawar

JAYAPURA-PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII meneruskan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah digalakkan sejak tahun 2016 untuk memberdayakan masyarakat lokal pesisir Danau Sentani melalui budidaya ikan air tawar menggunakan kerambah tancap di Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho, dalam rilisnya  yang diterima Radar Sorong, Jumat (11/10/19) mengungkapkan, tujuan dari program CSR ini mewujudkan masyararakat yang mandiri dan sejahtera.

“Kami beharap budidaya ikan air tawar menggunakan kerambah tancap di pesisir Danau Sentani ini terus berlanjut, karena sekali panen dalam kurun waktu tiga bulan bisa mendatangkan penghasilan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta,” jelasnya.

Dikatakan, kelompok usaha budidaya ikan air tawar tersebut diperuntukkan bagi masyarakat lokal di pesisir Danau Sentani, yang tentunya bersinergi dengan pemerintahan kampung setempat serta mitra kerjasama sebagai pendamping program, sehingga target bisa tepat sasaran dan bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Kami akan terus memberikan pendampingan hingga suatu saat masyarakat bisa mandiri dan bukan saja budidaya ikan tetapi usahanya bisa berkembang dengan melakukan diversifikasi, seperti pengolahan ikan atau bisa merambah ke sektor lainnya seperti restoran ikan,” katanya.

Dijelaskan, saat ini kelompok usaha budidaya ikan air tawar yang dibina dan diberikan pendampingan oleh PT Pertamina (Persero) itu berjumlah sekitar 20 anggota kelompok.

Sementara itu, Agusta Esina Wally (45) salah satu anggota kelompok penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan program CSR tersebut yang digelar oleh PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2016. “Kami sangat terbantu dengan program dari PT Pertamina (Persero), dan hari ini kami diberikan bibit ikan mujair sebanyak 500 ekor ikan dari total 1.500 ekor,” katanya.

Kehadiran dari PT Pertamina (Persero) di tengah masyarakat lokal pesisir Danau Sentani telah membantu menghidupkan ekonomi keluarga dan kampung serta berharap pendampingan tersebut terus dilakukan hingga ia bersama kelompoknya menjadi mandiri dan tidak bergantung pada bantuan.

“Yang menjadi kendala kami selama ini adalah pemasaran, selain faktor alam seperti bencana banjir bandang sentani, yang terjadi beberapa waktu lalu. Kami harap Pertamina dapat membantu meningkatkan pemasaran kami,” terang Agusta.

Sementara itu, Kepala Kampung Nendali, Wemfrit Wally (40) menjelaskan bahwa keramba ikan yang dibantu oleh PT Pertamina (Persero) sebanyak 26 keramba dan 49 keramba bantuan dari pemerintah lewat berbagai program. “Soal pemasaran ikan ini yang perlu sentuhan dan sedikit inovasi. Memang selama ini warga hanya mengandalkan pembeli yang datang tetapi kedepan akan didorong agar pemasaran langsung ke konsumen atau bisa ke rumah makan atau restauran,” jelas Wemfrit. (***/al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed