oleh

Pertama Kali, Tidak Dipusatkan di Mansinam

MANOKWARI – Umat Kristiani di tanah Papua, akan memperingati HUT Pekabaran Injil (PI) 5 Febuari 2021 ini. Namun satu hari sebelum peringatan, tak ada aktivitas persiapan di Pulau Mansinam. Padahal tahun-tahun sebelumnya, sudah ada persiapan beberapa minggu. Tahun ini untuk pertama kalinya, Pulau Mansinam tidak akan menjadi pusat peringatan dan ibadah HUT Pekabaran Injil (PI) ke-166 tahun 2021. Ibadah akan dilaksanakan di setiap jemaat gereja.

Ketua Klasis GKI Manokwari, Pdt Yohanes Mamoribo mengatakan, ibadah HUT ke-166 PI tidak dipusatkan di Pulau Mansinam berdasarkan hasil rapat  secara virtual Sinode GKI di Tanah Papua. “Perayaan HUT ke-166 kali ini tidak dirayakan secara terpusat di Pulau Mansinam, tetapi ibadah dilaksanakan di masing-masing jemaat gereja,” kata Pdt Yohanes Mamoribo kepada wartawan, kemarin.

Selama ini, peringatan dan ibadah HUT PI selalu dipusatkan di Pulau Mansinam. 

Setiap tahun pada 5 Februari berbagai jemaat dari kabupaten/kota membanjiri pulau peradaban orang asli Papua ini. Pdt Yohanes Mamoribo memberi alasan, HUT PI tak dipusatkan di Pulau Mansinam dengan pertimbangan mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Sinode GKI beranggapan, keselamatan umat yang ­utama. 

Dijelaskannya, berdasarkan hasil rapat virtual 22 Januari 2021, BP AM Sinode GKI di Tanah Papua telah menginstruksikan kepada semua Klasis untuk tidak mengarahkan anggota jemaatnya datang ke Manokwarai dan Pulau Mansinam.  “BP AM Sinode GKI menganjurkan kita semua bahwa perayaan 5 Febuari 2021 dilaksanakan di masing-masing jemaat,” tuturnya. Untuk pertama kalinya, Klasis atau Sinode GKI tak membentuk panitia pera­yaan HUT PI ke-166 seperti tahun-­tahun sebelumnya.  Perayaan dan ibadah diserahkan kepada masing-­masing jemaat gereja.

Pdt Yohanes Mamoribo mengingatkan, meskipun perayaan dan ibadah HUT PI ke-166 diserahkan ke masing-masing jemaat gereja, protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 tetap harus dipatuhi. Pengurus gereja menyiapkan tempat cuci tangan, memakai masker, jaga antar jemaat dibuat berjarak, serta menghindari kerumunan. “Kita tetap mengedepankan protokol kesehatan. Masing-masing jemaat dapat menyelenggarakan ibadah pengucapan syukur tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan. Boleh juga melakukan ibadah secara virtual,” pesannya.

Sementara itu, Asisten 2 Setda Provinsi Papua Barat, Melkias Werinussa,SE,MM  menyatakan, sampai H-2 belum melihat gaung persiapan HUT PI ke-166. Pemerintah daerah hanya mendukung apa  yang diputuskan Sinode GKI. “Kewenangan untuk peringatan dan ibadah syukur  itu ada di Sinode, pemerintah daerah hanya pada posisi siap memberi dukungan kalau ada perayaan,” ujarnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed