oleh

Persipura ‘Kampanye’ Papua Damai

JAYAPURA – Tim Persipura Jayapura menggelar aksi  pesan damai kepada masyarakat Papua umumnya dan Kota Jayapura khususnya, sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas sejumlah kejadian yang terjadi di Papua akhir-akhir ini seperti di Wamena Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Nduga, yang menyebabkan korban jiwa dan lainnya.

Aksi pesan damai ini disampaikan oleh seluruh pemain Persipura dan manajemen klub, dengan  membagikan pesan damai lewat setangkai bunga, sebotol air mineral dan pembatas buku kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Jayapura. Aksi damai ini dilaksanakan di sejumlah titik, diantaranya di Sentani Kotaraja Distrik Abepura, dan Taman Imbi Kota Jayapura, Senin (14/10).

Pantuan Radar Sorong,  aksi pesan damai Persipura ini mendapatkan perhatian dari warga.  Pengguna jalan begitu antusias,  bahkan ada yang meminta foto dengan para pemain idola mereka. Meskipun membuat kemacetan, namun warga tidak mengeluh, sebab melihat pemain mereka di jalan merupakan hal langka yang jarang ditemui setiap harinya.

Wakil Asisten Manajer Persipura Jayapura, Ridwan Bento Mandubun kepada wartawan usai kegiatan mengaku pihaknya tidak asal memilih alat  peraga yang dipakai  untuk menyampaikan pesan damai kepada masyarakat, namun  alat tersebut dipilih  karena memiliki filosofi tersendiri dan memiliki makna dalam penyampaian pesan damai. “Kita punya filosofi sendiri tentang itu,  air melambangkan kejernihan dan kecerahan. Kita harapkan setelah ini, Papua dapat kembali dalam kedamaian. Pembatas  itu adalah bagaimana kita menutup lembaran  yang lama dengan lembaran yang baru. Sementara bunga kita tahu adalah lambang kasih sayang, kasih sayang dari Persipura bisa terpancar pada seluruh orang,” ungkapnya.

Dikatakan, layaknya kutipan kata Tony Strak dalam Film Avengers In The Game,  aku mencintami 1000 kali, skuad Mutiara Hitam juga ingin menunjukan cinta mereka untuk Wamena dan Nduga, yakni 1000 untuk Nduga dan 1000 untuk Wamena. Meskipun bermain di lapangan hijau, namun hati Persipura untuk Nduga dan Wamena. “Kenapa jumlahnya ada 2.000, karena 1.000 hati kami ada di Wamena dan 1.000 ada di Nduga. Sekalipun kami ada di lapangan, tapi hati kami ada di sana. Kalau dekat akan kami datangi, sayangnya tidak bisa, hanya inilah  yang bisa kami lakukan untuk mereka,” ungkapnya.

Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago menambahkan, yang dilakukan manajemen dan pemain Persipura ini untuk menyampaikan pesan damai kepada masyarakat. Harapannya, pesan damai ini tersampaikan, agar Wamena dan Nduga serta Papua umumnya dapat kembali aman seperti sedia kala. “Kegiatan yang sangat baik, kita bisa interaksi dengan keluarga besar Persipura, apalagi dengan pesan Papua Damai. Harapan kami, meskipun kegiatan ini kecil, namun dapat berdampak besar  bagi keamanan Papua, kita semua bisa kembali rukun dan damai,” ucapnya.

Menurut Jacksen, pihaknya memilki sejumlah rencana lainnya, namun karena waktu timnya yang mepet sehingga belum bisa terlaksana dan hanya kegiatan pembagian bunga  yang bisa terealisasi, namun pihaknya  berharap kegiatan ini dapat berdampak besar bagi kedamaian di Papua. “Sebenarnya kami punya rencana lain, namun karena jadwal kami sangat padat, jadi hanya ini yang bisa kami lakukan. Sebab, lusa kami sudah harus berangkat  ke Tenggarong. Meskpun  hanya sekali, namun kami melakukannya tulus dengan harapan Papua Damai itu bisa terwujud,”  pungkasnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed