oleh

Persipura ‘Bubar’

JAYAPURA – Manajemen Persipura Jayapura membubarkan tim untuk sementara waktu. Keputusan pahit ini terpaksa diambil, mengingat salah satu sponsor utama, Bank Papua, memutuskan untuk tidak membayarkan sisa sponsor tahun 2020 sebesar Rp 5 Miliar. Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano mengaku sulit untuk mengeluarkan keputusan tersebut, namun terpaksa diambil mengingat kondisi  keuangan klub yang semakin sulit.  

“Rabu 6 Januari 2020, kami putuskan Persipura Jayapura hentikan seluruh aktifitas. Situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh official. Hal ini karena Bank Papua sudah memastikan tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu Rp 5 Miliar,” ujar Mano di Jayapura, Kamis (7/1).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Wali Kota Jayapura ini menuturkan, terhitung sejak kompetisi terhenti Maret 2020 lalu, Persipura Jayapura hanya disokong PT. Freeport, Kuku Bima, serta anggaran dari managemen. Walaupun liga tidak bergulir, managemen tetap membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh official. “Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kita punya kesempatan untuk berlaga di AFC Cup 2021. Tidak mungkin kita paksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan official. Kami juga kaget dengan kepastian Bank Papua yang tidak bersedia membayar sisa kontrak, padahal kami dengar yang disampaikan oleh Komisaris Utama adalah akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura walaupun kompetisi tidak berjalan, tapi ternyata tidak bisa dibayarkan,” sesalnya.

BTM ~sapaan akrabnya~ mengakui managemen Persipura sudah beberapa kali meminta kejelasan dan kepastian dari Bank Papua, tetapi barulah pada Rabu 6 Januari Bank Papua dengan resmi menyatakan tidak membayar. Hal ini cukup disesalkan, jika  seandainya sejak awal Bank Papua menyampaikan keputusannya, pihaknya akan mencari jalan lain sebagai solusi. “Jadi selama ini kita digantung-gantung terus untuk sesuatu yang ternyata tidak jelas, kita di-PHP berbulan-bulan. Dengan surat Bank Papua ini berarti kami tidak lagi punya sumber dana untuk beraktifitas, dan kita semua tahu bagaimana menurunnya ekonomi selama pandemi covid, sehingga kemampuan kita secara finansial juga menurun, apalagi ada kewajiban untuk tetap membayar gaji seluruh personil tim,” tandasnya.

Dia mengatakan, setelah menerima surat dari Bank Papua, pihaknya langsung melakukan rapat manajemen dan diputuskan untuk menghentikan seluruh aktifitas tim. “Selama ini tim tetap berlatih secara virtual, tetapi sejak saat ini semua kegiatan dihentikan. Sampai kapan?, sampai kita dapat dukungan sponsor yang jelas dan pasti,” jelasnya.

Manajemen juga memberikan apresiasi kepada kepada PT. Freeport Indonesia dan Kuku Bima, yang telah melunasi dan membayar seluruh nilai kontrak sesuai perjanjian kerjasama yang ditandatangani. Semoga kedepaannya tetap bisa bekerjasama lagi sebagai bentuk komitmen untuk membina anak-anak Papua melalui sepakbola. “Untuk semua pecinta Persipura Jayapura dimana saja berada, mohon dukungan doa agar kami dapat berusaha mendapatkan dukungan yang jelas dan pasti. Kita tetap akan berusaha keras, semoga Tuhan Yesus kasih jalan terbaik buat kami,” pungkasnya.

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengaku tak tahu soal timnya tak akan mengambil jatah tampil di Piala AFC 2021.  Persipura mengindikasikan diri tak tampil di Piala AFC 2021 setelah mengumumkan pembubaran tim untuk sementara waktu, akibat terkendala keuangan. Masalah itu membuat Persipura kesulitan untuk membayar gaji. Tak disebutkan sampai kapan mereka membubarkan diri. 

Sebenarnya Persipura masih punya waktu panjang untuk tampil di play-off AFC Cup 2021. Babak play-off zona ASEAN akan dimainkan dengan sistem satu leg pada 18/19 Mei. Bisa saja permasalahan sponsor Persipura sudah beres sebelum tampil di play-off Piala AFC. Tapi, Jacksen tak tahu apakah pemain Persipura akan dikumpulkan lagi untuk mempersiapkan diri tampil di Piala AFC, atau apakah timnya benar-benar sudah bulat tak mengambil jatah tampil di kompetisi kelas dua antar-klub Asia itu. ”Kita doakan saja semoga ada keajaiban yang terjadi nanti,” ucap Jacksen.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali memberikan responsnya terkait keputusan Persipura membubarkan tim karena kesulitan financial. ”Memang karena ini masuk di area profesional maka pemerintah tidak masuk. Itu juga paling tinggi urusan dengan federasi cabang olahraga, dalam hal ini PSSI. Jadi ya kita menunggu saja,” kata Amali, Kamis (7/1).

”Selain itu, situasi sekarang ini juga susah. Kami memaklumi apa yang yang dilakukan klub. Karena kalau diteruskan (timnya) ada konsekuensi pembiayaan, seperti mengeluarkan gaji untuk pelatih, pemain, itu kan. Jadi kami maklumi,” dia menjelaskan.

Lagipula sponsor juga kalau tidak ada kegiatan atau turnamen juga tidak bisa membantu. Ditambah kasus Covid-19 yang semakin meningkat, bahkan pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali sehingga kian menyulitkan. ”Jadi dasarnya apa, dia mensponsori apa kan tidak ada,” ujarnya.

Menteri asal Gorontalo itu lantas hanya bisa mengimbau agar setiap keputusan yang diambil klub agar dikomunikasikan dengan pihak terkait. ”Artinya susah juga untuk bilang jangan bubarkan. Terus darimana nanti untuk menggajinya? itu contoh hal paling susah. Saya hanya bisa mengimbau bahwa apapun keputusannya dikomunikasinya dengan pihak terkait, sehingga keputusan itu bisa diterima semua pihak dan saya yakin klub-klub ini sudah membicarakan dengan pemain, pelatih, ofisial, dan lain-lain. Jadi imbauan saya ya dikomunikasikan sebelum ambil keputusan,” pungkasnya. 

Bank Papua Cairkan Dana Sponsor Bila Kompetisi Dilanjutkan

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua menyatakan akan merealisasikan dana sponsor yang sudah dialokasikan untuk Persipura bila kompetisi Liga 1 Indonesia tahun 2020 dilanjutkan. Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan BPD Papua Erna Kapisa dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir Antara, Kamis (7/1) mengatakan, BPD Papua tetap berkomitmen mendukung dan menjadi sponsor utama dalam kompetisi Liga 1 tahun 2020 yang diikuti Persipura.

Sesuai isi perjanjian kerjasama (PKS) yang disepakati bersama antara Bank Papua dengan PT. Persipura Papua (Persipura) pada 28 Februari 2020, Bank Papua menyetujui menjadi sponsor utama Persipura dalam mengikuti Kompetisi Liga 1 tahun 2020 dengan menyediakan dana sebesar Rp10 miliar. Dana tersebut akan dicairkan secara bertahap yakni tahap I sebesar Rp5 miliar dilakukan pada saat kompetisi Liga 1 dimulai dan telah direalisasikan yakni pada 5 Maret 2020. Pencairan tahap II sebesar Rp3,5 miliar akan dilakukan setelah kompetisi Liga 1 tahun 2020 memasuki putaran ke-2 dan tahap III sebesar Rp1,5 miliar dilakukan apabila kompetisi Liga 1 tahun 2020 memasuki 3 (tiga) pertandingan terakhir. (al/detikcom/ ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed