oleh

Persaingan Sengit dan Dramatis

Sejarah Baru, 11 Negara Tuan Rumah Euro 2020

Piala Eropa, turnamen sepak bola utama antara tim nasional sepak bola di bawah UEFA yang diadakan setiap 4 tahun sejak tahun 1960, seharusnya dilangsungkan tahun 2020, namun karena pandemic Covid-19 sehingga baru bisa dilaksanakan tahun 2021 ini.  Di edisi terakhir, Portugal yang diperkuat salah satu pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo, tampil jadi juara setelah mengkandaskan Prancis di partai puncak dengan skor tipis 1-0.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Tahun ini, sang juara bertahan termasuk favorit juara. Selain itu, Prancis yang menebus kegagalannya di Piala Eropa dengan menjuarai Piala Dunia tahun 2018, juga termasuk calon kuat untuk merengkuh tropi. Jangan lupakan tim-tim top lainnya seperti Inggris, Italia, Jerman, Belgia, Belanda, Spanyol, juga punya peluang untuk tampil di partai puncak. Tak seperti turnamen sebelumnya, edisi kali ini tidak dilangsungkan di satu negara sebagai tuan rumah. 

Euro 2020 menjadi sejarah dalam hal tuan rumah penyelenggaraan. Untuk pertama kalinya, ajang ini diselenggarakan di lebih dari satu atau dua negara. Tak tanggung-tanggung, ada 11 negara yang menjadi tuan rumah, diantaranya Italia, Jerman, Spanyol dan Rusia. Jumlah itu malah dikurangi dari sebelumnya 13 negara karena pandemi COVID-19.

Dengan banyaknya negara yang menjadi tuan rumah, kita akan disuguhi atmosfer pertandingan yang berbeda-beda. Hal itu akan menambah keseruan kita dalam menikmati semua laga di Euro 2020. Keseruan lainnya adalah banyak tim yang akan melakukan perjalanan lintas negara. Hal itu menjadi tantangan pelatih dalam menjaga kebugaran pemain, ditambah sekarang masih dalam masa pandemi COVID-19.

Euro 2020 yang dilangsungkan 2021 juga merupakan kali kedua Piala Eropa diselenggarakan dengan 24 negara peserta. Edisi pertamanya pada 2016, berlangsung di Prancis. Sebelum diikuti 24 negara, UEFA menggelar Piala Eropa dengan 16 peserta. Euro 2012 di Ukraina dan Polandia jadi edisi terakhir yang digelar dengan 16 tim.

Perubahan jumlah negara peserta ini dilakukan agar persaingan menjadi lebih sengit. Selain itu juga memperbesar peluang negara-negara kecil di Benua Biru untuk bisa lolos ke Piala Eropa. Imbasnya, persaingan menjadi lebih sengit dan dramatis. Sebab, jumlah pertandingan yang ada di turnamen ini bertambah. Meski begitu, format turnamen tetap fase grup, kemudian 16 besar, perempat final, semifinal, dan final. Pada edisi pertama Piala Eropa yang diikuti 24 negara tahun 2016 lalu, Portugal keluar sebagai juara. (***)

Jagokan Prancis

Salah satu tokoh intelektual Papua, Edi Mangun menjagokan Prancis untuk tampil sebagai juara Piala Eropa kali ini. Bila terwujud, tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi Prancis, setelah tampil sebagai yang terbaik di Piala Dunia 2018.  “Saya pilih Prancis selama beberapa tahun  ini. Tim nasional yang pembinaannya bagus dan regenerasinya bagus yaitu Prancis. Bukan karena dia menang Piala Dunia karena memang dari dulu saya memilih Prancis,” kata Edi Mangun. (zia)

Belanda Harga Mati

Presiden Safcom FC, Auguste CR Sagrim berpandangan lain. Baginya, Belanda merupakan jagoannya. “Belanda harga mati, kebetulan kami di HBM tidak ada pilihan lain karena di Kota Sorong, satu-satunya kompleks yang diberikan nama oleh Belanda hanya HBM saja. Kami optimis Piala Euro tahun 2020 milik Belanda,” kata Sagrim yang sehari-harinya merupakan wakil rakyat di DPRD Kota Sorong ini.

Dikatakannya, selain Piala Eropa, bersamaan juga dilangsungkan Copa America, tentunya siaran langsung pertandingan Euro 2020 dan Copa America hadir untuk menghibur penduduk dunia. Lantaran, semua kegiatan kerumunan olahraga dihentikan karena pandemic COVID-19 yang melanda dunia ini, apalagi sepak bola merupakan olah raga yang paling diminati.

“Even besar ini memberikan hiburan yang luar biasa bagi penduduk dunia ini, kami pun merasakan hal itu.  Disaat Indonesia masih memberlakukan stay home, disitu pun tetap ada hiburan yang kita bisa tonton. Sekalipun ada euphoria dari para fans dari negara-negara dengan melakukan konvoi, itu tetap akan terjadi karena bentuk dari antusias dari mereka. Jadi, kepolisian diharapkan lebih aktif untuk mengantisipasi konvoi. Dan juga para fans fanatic masing-masing negara saat melakukan konvoi tetap memperhatikan protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas,” ucapnya. (juh)

Holland Juaranya

Pelatih Papua Brothers FC, Marten Tao mengaku merupakan fans berat Holland (Belanda). Karena itu, ia berharap tim kebanggaannya memenangkan turnamen Piala Eropa 2020.  “Saya fans berat Holland (Belanda). Alasannya, karena mungkin sudah tradisi kami orang Papua dan dulu kakek sama nenek juga pernah kerja dengan orang Belanda, jadi otomatis kami fans Belanda,” ucapnya. 

Pada Kamis dini hari, Belanda menang 2-0 dari Austria. Ia yang menonton pertandingan, menilai cara bermainnya Belanda masih santai dan kurang agresif. Ia berharap Belanda sudah lolos ke babak 16 besar, pelatih melihat kekurangan yang dimiliki Tim Belanda agar dibenahi. “Sebagai fans sejati, pastinya saya berdoa semoga Belanda bisa memenangkan Piala Eropa walaupun banyak orang yang mengatakan Belanda juara tanpa mahkota tetapi kami tetap optimis sebagai fans sejati Belanda,” ujarnya. (juh)

Prancis Kompak dan Solid

Demam Piala Eropa yang saat ini berlangsung, dirasakan juga di Indonesia. Di Kota Sorong, salah satu pesepakbola, Latif Sapua (26) yang sejak 2008 malang melintang di dunia sepak bola juga ikut memberikan dukungannya.

Latif yang sempat bermain untuk Persikos Kota Sorong tahun 2013 lalu, menjagokan Prancis sebagai tim andalannya. Latif yang kini juga aktif dalam tim sepak bola Papua Brothers sekaligus merangkap sebagai wasit ini, memiliki alasan tersendiri mendukung Prancis.

“Saya dukung Prancis karena ada pemain N’golo Kante, salah satu  pemain muda yang diidolakan banyak orang. Cara bermainnya bagus dan kepribadiannya juga menarik. Selain pribadi N’golo Kante, Prancis juga memiliki kekompakan tim yang sangat baik dan solid. Karena kekompakannya dari segala sisi itulah yang membuat Prancis memiliki pertahanan yang kuat. Apalagi tim ini juga banyak diawaki pemain bintang dengan sepak terjang yang baik dan pernah bergabung pada kompetisi liga papan atas dunia. Saya harap dengan kekompakan yang dimiliki seluruh pemain dalam tim ini, bisa membawa Prancis menjadi juara Piala Eropa,” tukasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed