oleh

Permudah Layanan Kependudukan dan Catatan Sipil

-Metro-119 views

SORONG-Menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Sorong, Edi Siswanto, S.Sos, M.Si telah melakukan beberapa inovasi. Salah satunya adalah memangkas birokrasi dalam kepengurusan dokumen kependudukan dan pecacatan sipil.

Misalnya untuk pengurusan KTP baru, pemohon hanya perlu membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK),. Sementara untuk penerbitan KTP yang telah rusak atau terkelupas maupun memperbaharui KTP terbitan lama yang masih mencantumkan masa berlaku juga tidak sulit. Pemohon cukup membawa KTP lamanya untuk ditukarkan dengan KTP baru.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Sebenarnya tidak ada masalah antara KTP yang berlaku seumur hidup atau KTP terbitan lama yang masih mencantumkan masa berlaku. Keduanya sama, karena KTP terbitan lama pun sebenarnya secara otomatis juga sudah berlaku seumur hidup karena NIK yang tertera sama, itu merupakan identitas seumur hidup. Tetapi masyarakat biasanya kurang puas dan pengen ganti baru, boleh juga. Bawa saja KTP lama, nanti ditukar dengan KTP baru,” jelas Edi.

Lain halnya untuk pengurusan KTP yang hilang, pemohon perlu melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian untuk bisa menerbitkan lagi KTP yang pernah hilang tersebut. Surat keterangan tersebut dibutuhkan untuk memperkuat pernyataan pemohon bahwa KTP-nya benar-benar hilang.

Edi menyebutkan bahwa pelayanan pembuatan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil juga dilakukan secara singkat. Sesuai dengan motto Disdukcapil Kabupaten Sorong yakni memberikan pelayanan dengan cepat, tepat dan akurat. Dirinya juga menekankan bahwa sesuai amanat UU Nomor 24 tahun 2013 pasal 95B bahwa pelayanan yang diberikan Disdukcapil tidak dipungut biaya.

“Data yang sudah ada di kami, ngapain kami minta lagi, terlalu rumit. Makanya sekarang pengurusan dokumen-dokumen itu harus dipermudah, birokrasi yang berbelit-belit harus dipangkas. Motto kami kan memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan akurat. Sudah ngurusnya gampang, gratis pula, jadi masyarakat jangan pakai calo lagi,” kata Edi.

Selanjutnya Edi menambahkan, untuk pindah data penduduk antar kabupaten/kota atau provinsi sekarang sudah tidak perlu lagi menggunakan surat kterangan RT/RW dan kelurahan. Berdasarkan Permendagri nomor 104 dan 109 tahun 2019, pemohon cukup membawa KTP dan KK asli ke Disdukcapil tujuan untuk bisa dipindahkan datanya. Atau bisa juga dilakukan secara online oleh disdukcapil dengan hanya membutuhkan surat pernyataan dari yang bersangkutan bahwa data tersebut dipindahkan atas permintaan pemohon.

Kadisdukcapil juga menambahkan, selain pengurusan yang cepat dan mudah, saat ini Disdukcapil juga memberikan pelayanan agar lebih nyaman dengan menghadirkan ruang tunggu baru serta lahan parkir yang luas bagi masyarakat. Dikatakan Edi, ruang tunggu tersebut dibuat untuk memanusiakan masyarakat yang mungkin selama ini merasa kurang nyaman mengantre saat membuat dokumen di Disdukcapil.

“Sekarang sudah tersedia ruang tunggu yang lebih layak. Walaupun kondisinya belum sempurna, paling tidak kami berupaya pelan-pelan untuk melaksanakan itu. Kami juga sudah melakukan penimbunan halaman untuk membuat lahan parkir. Juga fasilitas cuci tangan permanen sehingga masyarakat juga tetap bisa menerapkan protokol kesehatan di sini,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed