oleh

Perketat Pengamanan Tempat Ibadah

**Antisipasi Teror, Kapolda Keluarkan 5 Instruksi

SORONG – Kejadian bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar menghentakan publik. Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Dr.  Tornagogo Sihombing mengeluarkan instruksi melalui Karo Ops Polda Papua Barat Kombes Pol Tri Atmodjo SIK kepada para Kapolres jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi, SIK, MH kepada wartawan, Minggu (28/3) membeberkan, ada 5 instruksi Kapolda menyikap kejadian bom bunuh diri di Makassar. Pertama, meminta kepada para Kapolres untuk meningkatkan pengamanan di tempat ibadah khusunya mendekati perayaan Paskah 2021.

Kedua, Kapolres berkordinasi dangan panitia gereja dan para tokoh agama serta masyarakat guna pengamanan ibadah di gereja. Ketiga, tingkatkan patroli di daerah bawahan dan tempat ibadah yang melaksankan ibadah. Keempat, diimbau kepada masyarakat tidak meneruskan kegiatan foto dan video aksi bom bunuh diri ke media sosial karena dikuatirkan dapat menimbulkan kepanikan, dan kelima 

melaporkan kepada pimpinan bila mendapat info sekecil apapun.

Kabid Humas mengatakan, kelima poin instruksi Kapolda tersebut menjadi atensi para kapolres jajaran agar dilaksanakan. Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat Papua Barat tetap tenang dan beraktifitas seperti biasa. “Polisi dalam hal ini para Kapolres akan menjamin kegiatan ibadah masih masih umat,” tuturnya. Bila ada hal mencurigakan, masyarakat dapat melaporkan kepada pihak Kepolisian melalui panggilan darurat 110 atau SMS pengaduan 08123480110. “Laporkan kalau ada hal yang mencurigakan,” tutur Kabid Humas lagi.

Mengambil langkah cepat mengantisipasi teror, Kapolres Sorong AKBP Robertus A. Padiangan,S.IK,MH mengerahkan anggotanya memperketat pengawasan di gereja-gereja. Hal ini tentu tak terlepas pasca kejadian teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).

Kapolres mengatakan, selain berjaga di rumah-rumah ibadah, sejumlah anggotanya juga telah ditugaskan untuk melakukan patroli ketat, serta aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai program deradikalisasi “Anggota sedang melakukan pengetatan patroli di semua gereja di wilayah hukum Polres Sorong. Tujuannya agar mereka bisa tenang dan damai menjalankan ibadahnya. Kami terus melakukan edukasi ke masyarakat agar menjauhi paham radikalisme dan extrimisme khususnya di wilayah Kabupaten Sorong,” kata Robertus A. Padiangan kepada Radar Sorong, kemarin.

Menurutnya, setelah terjadi teror bom di halaman Gereja Katedral Makassar, sejauh ini kondisi di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw yang merupakah wilayah hukum Polres Sorong, aman terkendali. Kendati demikian, pihaknya selalu siaga dalam menghadapi ancaman teror. “Di wilayah hukum Polres Sorong, di kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw sejauh ini masih kondusif, aman terkendali. Namun kami tetap berupaya untuk mempertahankan suasana kamtibmas ini, oleh karenannya mengapa kami langsung siagakan anggota di sejumlah gereja,” imbuhnya.

Kapolres berpesan agar ketika masyarakat mengetahui kejadian kejahatan atau hal-hal yang mencurigakan diharapkan bisa segera melaporkan kepada petugas Bhabinkamtibmas yang ada di Kampung/Kelurahan atau ke Kantor Polisi yang terdekat. 

Sementara itu, anggota DPD RI, Sanusi Rahaningmas mengutuk peristiwa bom bunuh diri di Makassar.  Mestinya suasana kamtibmas  yang damai perlu dijaga pada hari ibadah Minggu dan menjelang perayaan  Paskah bagi umat Kristiani dan menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan.

“Hari ini negara dan masyarakat Indonesia  dikejutkan lagi dengan sebuah peristiwa biadab yang dilakukan oleh orang tertentu di salah satu gereja di Makasar. Apapun alasanya dalam tragedi ini merupakan tindakan yang tidak terpuji dan terkutuk,” tegasnya.

Raningmas mengatakan, tidak ada dalam ajaran agama manapun yang menyeruhkan untuk melakukan tindakan-tindakan yang brutal dan biadab apalagi ditujukan kepada saudara saudara Kristiani yang lagi beribadah. 

Dia meminta kepada aparat Kepolisian agar mengusut tuntas kasus bom tersebut sampai tuntas pada akar-akarnya sehingga bisa terbongkar kalau ada kelompok-kelompok yang ikut terlibat dalam insiden tersebut. Menurutnya, perilaku orang-orang seperti itulah yang membuat negara menjadi cemas dan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta merusak toleransi umat beragama di Negara ini. 

Senator asal Papua Barat yang akrab disapa MSR Batik Merah juga menghimbau kepada semua dedominasi Agama di negara ini agar tetap bersatu dan memerangi tindakan tindakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang bertujuan untuk memecah belah bangsa dan mengadu domba sesama dedominasi agama di negara ini.  “Karena apapun bentuk dari semua rencana jahat yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara maka wajib hukumya kita bersatu untuk melawan dan membasmi tindakan-tindakan tersebut di negara yg kita cintai ini, baik dari sabang sampai Merauke dari ujung Sumatera sampai ke Papua Barat sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya. (lm/ayu) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed