oleh

Peringati Hari AIDS, Gratis Tes Covid dan HIV

-Metro-136 views

SORONG – Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember, diperingati Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sorong dan Yayasan Sorong Sehati dengan menggelar kegiatan pemeriksaan HIV dan juga rapid test COVID-19 gratis, yang berlangsung di Taman Sorong City, Sabtu sore (5/12).

Koordinator Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kota Sorong Jenny Isir mengatakan, kegiatan pemeriksaan rapid test COVID-19 dan HIV gratis, merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia. Dimana tujuan dari kegiatan tersebut, yaitu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Sorong terutama bagi mereka yang ingin mengetahui status. “Dengan memeriksakan diri sejak dini dan tahu status kesehatan lebih awal, maka warga akan mendapatkan pengobatan juga lebih awal, itu akan jauh lebih baik,” ungkap Jenny.

Kegiatan pemeriksaan rapid test dan HIV gratis, katanya, untuk mengetahui status kesehatan warga lebih dini sehingga bisa memutus rantai penyebaran COVID-19 maupun HIV/AIDS.

Menurut Jenny, kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dari Komisi Penanggulangan (KPA) Kota Sorong, Dinas Kesehatan Kota Sorong dan juga LSM Peduli HIV yang selama ini menangani HIV yaitu Yayasan Papua Lestari, yang bergerak di bidang pendampingan terhadap ODHA. LSM menjangkau masyarakat untuk memeriksakan diri. Kemudian Yayasan KP Sorong Sehati, yang bertugas melakukan pendampingan terhadap para ODHA.

“Kami juga bekerja sama dengan layanan-layanan yaitu puskesmas yang ada di Kota Sorong. Penularan HIV dan COVID-19 berbeda, cara pengobatannya juga berbeda tidak semudah COVID-19. Kalau HIV, jika sikap dan kelakuan kita baik, maka tidak akan tertular HIV. Tapi kalau COVID-19, penularan sangat mudah. Sementara untuk pengobatan, ODHA meminum obat seumur hidup tapi kalau pasien COVID-19, jika rutin minum obat maka bisa segera sembuh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sorong Sehati Tri Joko Setiawan menambahkan, salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi. “Kami mau teman-teman dari komunitas, mereka semua mengatasnamakan lembaga sosial masyarakat mengkampanyekan tentang stigma dan diskriminasi bahwa HIV dan AIDS penularannya tidak semudah seperti yang dibayangkan,” tambah Joko.

Hal ini dibuktikan dengan, banyak teman-teman ODHA, mampu mendukung teman-teman sebayanya secara Psychosocial supaya mereka dapat mengakses layanan pengobatan di Puskesmas.Katanya, teman-teman sebaya ini mengajak mereka yang belum pengobatan mereka agar mau pergi berobat ke puskesmas, yang belum mau minum obat didukung dan support untuk rajin minum obat.

“Dengan adanya kegiatan ini, harapan kami kesadaran masyarakat tanpa ada paksaan, datang untuk memeriksakan diri. Karena masalah kesehatan sangat mahal, jika kita sakit akan lebih banyak mengeluarkan biaya dan menyusahkan orang lain. Jadi sebelum kita sakit, maka harus melakukan pemeriksaan sejak dini untuk pencegahan dan pengobatannya. Tes lebih dini akan lebih baik agar bisa memutus mata rantai penyebaran baik itu HIV maupun COVID-19,” pungkasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed