oleh

Peresmian POA Kilang VII Kasim Secara Online

-Ekonomi-190 views

SORONG – Pelaksanaan Kick Off Meeting Pekerjaan Engineering, Procurement dan Construction Open Access RU VII Kasim berlangsung secara online antara Pertamina RU VII Kasim dengan perwakilan PT Pertamina Kilang Internasional, perwakilan Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Gerbang Sarana Baja sebagai Kontraktor EPC dan perwakilan PT Inti Karya Persada Tehnik sebagai Project Management Consulting, Senin (14/17).
Kegiatan tersebut berlangsung pada tiga lokasi yang berbeda yakni Ruang Rapat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) PT Pertamina Refinery Unit VII Kasim, Kantor Pusat Pertamina Jakarta Pusat dan Graha ESSI Jakarta Timur.
Acara Kick Off Meeting dibuka dengan pemaparan singkat proyek oleh General Manager (GM) Refinery Unit VII Kasim , Yulianto Triwibowo yang dilanjutkan dengan simbolis peresmian Proyek Open Access (POA) secara online oleh Djoko Priyono, Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional selaku project owner.
Sebagai langkah awal strategis pengembangan RU VII Kasim, Proyek Open Access meliputi pembangunan jetty baru untuk mengakomodir loading kapal dengan tonase hingga 50.000 DWT (deadweight tonnage), sehingga diharapkan dengan volume yang lebih besar akan berdampak pada biaya pengiriman bahan baku per barrel yang semakin dapat ditekan.
“Selanjutnya crude yang akan dialirkan dari jetty baru, akan ditampung pada 4 tangki yang akan dibangun dengan kapasitas masing-masing 110.000 barrel sehingga diharapkan RU VII memiliki ketahanan stok selama 44 hari,”ujarnya.
Dalam sambutannya sekaligus membuka rangkaian kegiatan Kick off Meeting Proyek Open Access, Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono menyampaikan dalam proyek Open Access ini seluruh pihak yang terlibat tetap menjaga dan mengikuti protokol Covid-19 di RU VII sehingga tidak timbul cluster baru proyek Open Access.
Selanjutnya, sambung Djoko kendali penuh pada level Subholding dalam mengimplementasikan kebijakan strategis yang telah ditentukan oleh Holding, menjadi semangat utama dari Tim BOD untuk PT KPI sebagai subholding dalam mewujudkan aspirasi Pertamina menjadi Global Energy Champion.
“Saat ini kita dituntut untuk selalu profesional dan berorientasi pada profit, sehingga kita harus bisa berkompetisi di pasar internasional. Maka, kita harus senantiasa menjaga Value Protection dalam aspek ketersediaan dan keandalan sebagai bentuk perwujudan komitmen untuk mencapai keunggulan operasi,”­ujarnya.
Sebagai satu-satunya kilang yang berdiri di kawasan Indonesia Timur , tambah Djoko mempunyai peranan penting dalam kontribusi untuk menjaga kemandirian dan kedaulatan energi di lini terdepan untuk produksi dan penyaluran produk-produk di wilayah Indonesia Timur, Proyek Open Access diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja kilang RU VII menuju kapasitas maksimal. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed