oleh

Peredaran Narkotika Tertinggi di Kota Sorong

-Metro-40 views

Sepanjang tahun 2017 hingga 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat bersama Polda Papua Barat mencatat tingginya peredaran Narkoba di wilayah Papua Barat. Jika dipresentasikan peredaran tersebesar dan tertinggi ada di wilayah Kota Sorong yakni mencapai 90 persen.

Hal tersebut, menjadi keprihatinan dan perhatian BNN Papua Barat maupun unsur terkait lainnya sehingga melaksanakan berbagai upaya untuk mencegah peredaran Narkotika di wilayah Kota Sorong dengan berbagai program hingga kegiatan Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang difokuskan di Kota Sorong.

Oleh karena itu itu, BNN Papua Barat bekerja sama dnegan Walikota Sorong, membentuk Satuan Tugas Tim P4GN Kota Sorong untuk melaksanakan kegiatan P4GN di Kota Sorong sebagai bentuk dukungan. Pihaknya, juga akan menugaskan beberapa personel dari bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, bidang rehabilitasi serta bidang pemberantasan serta bagian umum untuk melaksanakan tugas-tugas di Kota Sorong 

Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau, MM mengatakan, Kota Sorong sangat menarik perhatian bagi pendatang yang ingin berusaha dan bekerja. Pada tahun 2018, jumlah penduduk Kota Sorong sebanyak 247.084 jiwa, ini merupakan yang tertinggi di Papua Barat dan sekaligus menjadikan Kota Sorong sebagai wilayah terpadat di Provinsi Papua Barat dengan tingkat kepadatan 223,60 jiwa/Km.

 Tingginya jumlah penduduk Kota Sorong tersebut didominasi usia muda dan produktif yang tentunya membutuhkan ketersediaan lapangan pekerjaan yang cukup. Apabila kebutuhan lapangan kerja tidak terpenuhi maka yang terjadi adalah tingginya tingkat pengangguran terbuka yang berkorelasi negatif dengan tingginya tingkat kriminalitas.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Papua Barat, Monang Situmorang,SH.,M.Si menyebutkan, usia produktif atau dibawah 30 tahun, menjadi sasaran penyebaran gelap Narkotika di Kota Sorong. Berdasarkan data BNN Papua Barat dan Polda Papua Barat, pengungkapkan kasus Narkoba di wilayah Papua Barat sebanyak 90 persen ada di Kota Sorong, hal ini menunjukkan bahwa Kota Sorong meraih peringkat tertinggi penyebaran Narkotika, khususnya jenis ganja dan sabu-sabu yang rupanya menjadi idola bagi kaum produktifnya Kota Sorong.

Ia menuturkan, beberapa waktu lalu timnya pernah mengungkap kasus Narkoba jenis Sabu-sabu dengan barang bukti seberat 40,1 gram. Padahal, untuk wilayah Sorong harga sabu-sabu 1 gram sekitar Rp 3 jutaan. “Pengungkapan kasus ini, memang ada juga dari jaringan Lapas, yang kemarin kami ungkap ini jaringan Lapas dari Luar Sorong, sehingga kami pun sedang dalami dari Luar Papua Barat,” katanya.

Peredaran narkoba ini tidak hanya melalui darat, bahkan juga melalui transportasi laut seperti kapal. Sehingga berbagai upaya dari BNN Papua Barat pun dilakukan, yakni adanya kerja sama dengan para ekspedisi pengiriman. Kemudian, ada juga upaya pencegahan dengan menciptakan daya tahan atau daya cegah masyarakat untuk tidak mengkonsumsi Narkoba. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed