oleh

Perawatan Korban Laka Lantas Harus Diutamakan !

-Metro-44 views

AIMAS – Nasib ketiga korban laka lantas di Jalan Poros SP 1 menuju Bandara yang sempat mempertanyakan terkait santunan Jasa Raharja kini bisa sedikit merasa lega. Pasalnya, kekecewaan akibat keputusan pihak RSUD John Piet Wanane yang membebankan biaya perawatan ketiga korban tersebut kepada pihak keluarga kini telah mendapat kejelasan dari pihak Jasa Raharja.

Penanggung jawab Bidang Pelayanan Jasa Raharja, Matius Waromi menjelaskan seharusnya pada kasus kecelakaan lalu lintas keluarga Kadema tidak perlu dilakukan tagihan, sebab di dalam perjanjian kerja sama antara Jasa Raharja dan Rumah Sakit telah disepakati agar pihak rumah sakit dapat memberikan pelayanan terlebih dahulu sejak menerima bukti kejadian dari kepolisian.

“Tampaknya ada yang tidak dipahami dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani pada tanggal 25 Februari 2019 yang lalu, sebab di dalam pasalnya telah jelas disepakati, dan PKS ini berlaku selama 5 tahun, ditandatangani langsung oleh Direktur RSUD dr. Frida Susana Wanane saat masih berkantor di kampung baru,” kata Matius Waromi, Sabtu (20/2).

Dikatakan Matius Waromi, pada pasal 4 ayat kedua surat jaminan disampaikan paling lambat 2 X 24 jam atau 2 hari pada jam kerja, namun jika bertepatan dengan hari libur atau hari Minggu maka surat disampaikan paling lambat 3 X 24 jam, namun jika hingga batas waktu yang diberikan surat jaminan tidak diserahkan maka seluruh biaya perawatan ditagihkan ke korban.

“Kasus keluarga Kadema sudah jelas, masuknya tanggal 16 maka space waktunya kan hingga tanggal 18. Kami dapat konfirmasi dari RS tanggal 17, nah tanggal 18 Februari kami terbitkan surat jaminan, semua batas waktu tertuang di dalam perjanjian kerja sama. Dalam kesepakatan juga tertulis jika sampai batas waktu belum dapat surat jaminan, namun korban punya surat jaminan misalnya BPJS maka tetap dilayani terlebih dahulu, nanti pihak BPJS yang akan klaim kepada kami,” tambah Matius Waromi.

Pernyataan direktur RSUD John Piet Wanane dr Frida Susana Wanane yang mengatakan bahwa pihaknya sulit berkomunikasi dengan Jasa Raharja juga dibantah oleh Matius Waromi.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan direktur RSUD John Piet Wanane yang menyebutkan pihak Jasa Raharja sulit dihubungi. Padahal koordinasi antara staf Jasa Raharja dan RSUD John Piet Wanane telah berjalan baik,” akunya.

Sementara itu, berdasarkan undang-undang nomor 34 tahun 1964 jo PP nomor 18 tahun 1965 tentang dana pertanggungan wajib kecelakaan lalu lintas jalan (LLAJ), pihak Jasa Raharja akan menanggung biaya pengobatan dan perawatan korban kecelakaan sebesar Rp 25 juta untuk korban meninggal dunia, korban cacat tetap Rp 25 juta, korban luka berat Rp 10 juta serta biaya pemakaman Rp 2 juta. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed