oleh

Perangi Narkoba, Warga Binaan Tes Urine Acak

-Metro-99 views

AIMAS – Mengantisipasi upaya penyebaran Narkotika dari balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sorong, Kalapas Kelas II B Sorong, Gustaf. N A Rumaikewi SH.,MH melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan. “Kami pastikan untuk saat ini, penyebaran narotika dari balik lapas tidak ada, karena kami juga melakukan tes urine secara acak,” terangnya kepada Radar Sorong, Kemarin (4/8) di ruang kerjanya.  

Dari hasil tes urine yang dilakukan secara acak sejak 2 bulan terakhir, terdapat 5 warga binaan yang positif narkotika.  Hal tersebut menjadi perhatian Kalapas, meski diketahui beberapa dari hasil positif tersebut terindikasi pengguna lama. “Ada 5 orang yang diketahui positif, diantara mereka kami temukan indikasi pengguna lama,” ucapnya.  

Selain warga binaan, tindakan tegas juga diberikan terhadap petugas lapas yang diketahui ikut terlibat dalam penyebaran narkotika dari balik lapas.  karena menurutnya, Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham telah berkomitmen untuk menindak tegas petugas lapas yang ikut bermain dengan sanksi pemberhentian dan dikirim ke lapas nusa kambangan.  “Tidak ada ruang dan toleransi terhadap petugas lapas yang terlibat penyebaran Narkotika, ini sudah komitmen,” tegasnya. 

Kalapas menegaskan, saat ini tamping di Lapas Sorong telah diperketat. Beberapa tamping yang tidak memenuhi persyaratan akhirnya dicopot dan disidangkan untuk tamping baru. Hal tersebut dilakukan, karena tamping diberikan kesempatan untuk beraktivitas di lingkungan lapas, sehingga dipilih tamping yang benar-benar dapat dipercaya. 

“Pergerakan masyarakat di depan lapas ini bermacam-macam, sudah saya pelajari,  jadi tamping yang membantu pekerjaan kantor harus benar-benar memenuhi syarat,  jangan sampai menjadi penghubung dari luar ke dalam lapas,” terangnya.  

Selain itu, salah satu upaya penyebaran Narkotika dibalik lapas berasal dari penggunaan handphone seluler yang diakui Kalapas masih terjadi di Lapas Sorong. Namun,  secara perlahan ia mulai meminimalisir adanya penggunaan HP di dalam Lapas melalui sanksi yang diberikan. “Sedikit demi sedikit sudah mulai berkurang, karena yang kami temukan langsung kami sita,  tidak main-main ada sanksi yang kami berikan untuk setiap pelanggaran,” ungkap Kalapas Kelas II B Sorong.(nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed