oleh

Peran Ortu Bantu Suksesnya Program Daring

-Metro-67 views

Sistem belajar secara daring yang diterapkan kepada peserta didik terus menuai pro dan kontra, terutama dari orang tua siswa di Kabupaten Sorong. Permasalahan mulai dari kendala jaringan internet hingga kemampuan orang tua menyediakan media pembelajaran daring seperti HP dan kuota internet.

Mengenai hal ini, disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Kepas Kalsuat, S.Pd, M.Pd bahwa selain sistem daring, pemerintah juga menerapkan sistem belajar luring yang diizinkan di beberapa distrik di Kabupaten Sorong yang belum terjangkau jaringan internet.

“Selain daring, luring juga kita perbolehkan terutama di daerah minim jaringan dan ataupun di daerah yang sudah bisa mengakses internet, namun siswa yang bersangkutan terkendala media untuk belajar secara daring karena tidak punya HP atau tidak ada kuota,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Kadis, sistem luring juga diawasi ketat agar protokol kesehatan diupayakan untuk tetap ditegakkan. Sistem luring dilakukan dengan cara memberikan materi pembelajaran dari guru kepada orang tua.

Sementara itu, bagi penikmat pembelajaran daring, telah diberikan stimulus dari Kementerian Pendidikan dalam bentuk kuota internet yang dapat dipergunakan untuk mendukung sistem belajar daring tersebut.

Di Kabupaten Sorong, Pemda telah melakukan MoU dengan Ruang Guru untuk dapat semakin menunjang KBM daring bagi para siswa. 

“MoU dengan Ruang Guru kita lakukan baru di bulan Oktober ini. Mungkin kami juga baru satu-satunya di Papua Barat. Ini juga salah satu solusi sebagai wujud kepedulian kami dalam mensukseskan program daring. Jadi kalau mungkin hanya ada 700 guru di Kabupaten Sorong, dengan aplikasi ruang guru kita bahkan bisa mendapatkan penjelasan dari lebih 7000 guru,” bebernya.

Tentunya, imbuh Kadis, peran serta orang tua juga jadi komponen utama suksesnya KBM secara daring. Menurut Kadis, mungkin banyak siswa yang sulit memahami materi ketika daring karena kurangnya dukungan dari orang tua.

“Kalau sampai saat ini, mungkin banyak anak yang sulit pahami materi, saya kira orang tua bisa bantu. Peran mereka (orang tua) sangat diperlukan. Anak belajar di rumah juga perlu mendapat pendampingan orang tua. Karena psikis anak akan berbeda ketika belajar bersama orang tua. Jadi saya minta, orang tua mari bantu kami sukseskan program daring ini,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed