oleh

“Penyerangan di Pos Ramil Kisor, Jangan Libatkan Masyarakat Sipil”

-Sorong Raya-529 views

Christiana Ayello, SH : Kabupaten Maybrat Bukan DOM, Aparat yang Diturunkan yang Paham Kondisi Papua Barat

SORONG-Dampak dari penyerangan Pos Ramil, Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat berujung tewasnya 4 anggota TNI AD Pos Ramil, Kisor. Hal tersebut juga mendapatkan perhatian dari Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, khususnya Pokja Perempuan MRP Papua Barat yang meminta agar persoalan tersebut diselesaikan tanpa melibatkan masyarakat sipil.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Ketua Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Christiana Ayello, SH menjelaskan MRP Papua Barat khususnya Pokja Perempuan telah mendapatkan informasi dan dokumentasi terkait masyarakat diantaranya anak dan kaum perempuan dari 2 kampung di wilayah Kabupaten Maybrat mengungsi ke hutan.

Baca Juga : Bupati dan Wabup Teluk Wondama Kecam Keras Penyerangan Pos Ramil Kisor oleh KST

“Kami berharap agar persoalan tersebut dituntaskan tidak melalui kekerasan namun TNI/Polri diharapkan menyikapi persoalan tersebut dengan baik. Artinya, memang permasalah ini terkait kemanusiaan yang sangat luar biasa, namun mari juga melihat bahwa permasalahan ini tidak melibatkan masyarakat sipil yang menjadi korban,”jelasnya kepada awak media, Senin (6/9).

Christiana mengaku mendapatkan dokumentasi (foto) dimana masyarakat masuk ke hutan membuat tenda dan menggelar tikar dan tidur di Hutan. Selain itu, MRP Papua Barat juga berharap TNI/Polri menuntaskan persoalan tersebut di Papua Barat agar tidak ada persoalan yang mengintimidasi rakyat secara semena-mena.

“Jangan biarkan anak-anak dan perempuan maupun masyarakat sipil Kabupaten Maybrat terlantar karena masalah ini, kami harapkan persoalan dengan mengumpulkan semua tokoh masyarakat, pemerintah yang ada di Maybrat dan juga di Papua Barat untuk sama-sama menyelesaikan persoalan ini,”terangnya.

Baca Juga : Bupati Manokwari Kecam Penyerangan Anggota TNI di Posramil Kisor oleh KST

Terkait dengan 2 pleton personel TNI yang digeser ke Kabupaten Maybrat, Ketua Pokja Perempuan menuturkan Papua Barat lebih khusus Kabupaten Maybrat bukan Daerah Operasi Militer (DOM). Maka, MRP Papua Barat berharap pasukan yang diturunkan, adalah pasukan yang memahami tentang situasi di Papua Barat.

“Supaya mereka tidak membabi-buta melihat persoalan ini. Tetapi bagaimana mereka (prajurit) menyikapi persoalan ini dari akar tidak melihat karena merupakan kasus kematian terus harus dibalas dengan kematian juga,”ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Kaimana Kecam Kejadian Penyerangan di Maybrat

Mari, tambah Christiana melihat ini sebagai sebuah persoalan kemanusiaan yang terjadi di tanah Papua kalaupun ini menyangkut politik mari duduk dan selesaikan bersama tetapi bila ini persoalan pembunuhan murni atau ada sakit hati yang terjadi di Kabupaten Maybrat maris diselesaikan secara bersama.

“Tapi, Papua Barat lebih khusus daerah operasi militer (DOM) maka jangan diselesaikan dengan kekerasan tetapi mari melibatkan masyarakat pemerintah maupun tokoh agama agar diselesaikan secara baik,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed