oleh

Penyekatan PPKM Berdampak Kemacetan

 Kasus Covid-19 Kota Sorong, Positif Bertambah 302 Orang

SORONG – Titik penyekatan di Jalan Basuki Rahmat Km. 12, Kamis (15/7) dalam rangka memperketat penerapan PPKM darurat di Kota Sorong menjadi penyebab kemacetan lalu lintas. Namun kemacetan hanya terjadi di satu sisi jalan, dari arah Kabupaten Sorong menuju Kota Sorong. 

Pantauan Radar Sorong di lokasi penyekatan, kemacetan mengular hampir sekitar 1 kilometer dari depan kantor Distrik Sorong Timur hingga ke depan SMPN 5 Sorong. Beberapa kendaraan roda dua yang tidak berani melintas melewati penyekatan, akhirnya memutar balik melawan arah.

 Namun juga cukup banyak pengendara roda empat yang diimbau untuk memutar balik karena tidak bisa menunjukkan KTP domisili Kota Sorong.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH melalui Kapolsek Sorong Timur, AKP Indro Rizkiadi,S.IK mengatakan, penyekatan ini merupakan tindak lanjut dari penerapan PPKM darurat di Kota Sorong. Sesuai instruksi pimpinan, guna memperketat pemberlakuan PPKM darurat tersebut maka titik penyekatan diperbanyak. “Beberapa pengendara ada yang bertanya, di Tugu Pawbili mereka sudah diperiksa kenapa disini diperiksa lagi. Kami menyampaikan bahwa penyekatan disini adalah tindak lanjut saja. Sudah kami sampaikan bahwa pengetatan PPKM ini dilakukan agar selama PPKM jangan sampai ada mobilisasi masyarakat yang sebenarnya memang tidak berkepentingan,” ujar Kapolsek.

Ia menjelaskan, masyarakat tidak benar-benar ‘dipaksa’ diam di rumah dan sama sekali tidak boleh beraktivitas di luar. Hanya saja, aturan hanya perlu dipatuhi selama PPKM masih diterapkan. Masyarakat tetap diizinkan melintas jika memang ada kepentingan mendesak, atau mereka termasuk orang-orang yang bekerja di sektor kritikal dan esensial. “Bukan dilarang sepenuhnya, hanya saja mohon masyarakat bersabar dulu selama PPKM Darurat. Yang punya will (keinginan) bepergian bukan karena urusan mendesak, mohon ditahan. Ini hanya sampai tanggal 20 Juli saja, tidak lama, mohon dipahami, tahan dulu deh,” jelasnya.

Penyekatan yang dilakukan oleh Polsek Sorong Timur juga bersifat fleksibel. Artinya, waktu dan titik penyekatannya tidak selalu sama setiap harinya. Titik dan waktu penyekatan ini berdasarkan pada analisa intelijen yang mengamati langsung situasi di lapangan. “Ini fleksibel, kalau hari ini di depan Luxio belum tentu besok disini lagi, bisa saja bergeser ke titik lain. Jadi ketika ada laporan dari intelejen bahwa ada pergeseran atau mobilisasi masyarakat, baru akan kami petakan titik penyekatannya,” ungkapnya.

Kapolsek mengimbau, selama pemberlakuan PPKM darurat di wilayah Kota Sorong, masyarakat yang terpaksa harus tetap melakukan mobilisasi karena urusan tertentu diminta untuk selalu membawa kelengkapan dokumen seperti KTP, SIM, dan surat vaksin. Ia penerapan PPKM darurat ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bekerjasama menaati aturan yang ada demi memutus mata rantai penyebaran Covid. 

Sementara itu, Jubir Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy Laku,S.Pi,MM membeberkan perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong pada Kamis (15/7), Satgas Covid-19 menerima hasil pemeriksaan 603 sampel. Hasilnya, terdapat penambahan kasus Covid-19 terkonfirmasi positif sebanyak 302 orang. Selain tambahan positif baru, juga terdapat penambahan sembuh 44 orang. 

“Dari 603 sampel tersebut, terdapat penambahan kasus terkonfimasi positif 302 orang, sehingga total kasus terkonfirmasi positif di Kota Sorong bertambah menjadi 3.968 orang. Kemudian ada penambahan sembuh sebanyak 44 orang, sehingga total sembuh di Kota Sorong bertambah menjadi 3.546 orang. Dengan tambahan kasus positif, tingkat kesembuhan menurun menjadi 89,36%.,” katanya, Kamis (15/7).

Ruddy mengatakan saat ini yang sedang diproses sebanyak 497 sampel. Data keseluruhan perkembangan Covid-19 di Kota Sorong yaitu kontak erat 10.645 orang, proses di karantina 0 orang, discharded 10.645 orang, suspek total 3.259 orang, dalam pemantuan 529 orang, sedang dirawat 190, discharded 2.540 orang, dan probable total 5 orang. “Hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif 3.968 orang, hasil pemeriksaan negative 8.900 orang dan sembuh 3.546 orang. Kemudian ada tambahan meninggal 2 orang sehingga jumlah kasus meninggal positif 69 orang, meninggal negatif 7 orang, dan meninggal probable atau suspek 10 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, penambahan kasus positif yang sangat significant mencapai 302 orang, merupakan hal yang pertama di Kota Sorong. Hal ini Ini membuktikan bahwa terjadi penyebaran Covid-19 yang cukup masif di Kota Sorong.  “Untuk itu, dalam masa pemberlakuan PPKM, kami berharap masyarakat Kota Sorong taat untuk tidak berkumpul, taat memakai masker. Kepada pengusaha ikuti aturan, mari kita sama-sama waspada. Kita jaga diri kita, keluarga kita masing-masing dengan tidak melakukan kegiatan aktivitas di luar rumah yang tidak penting. Sebaiknya tetap di rumah untuk menghindari penyebaran Covid-19. Jika diluar rumah karena hal yang penting maka untuk menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” pesannya. (ayu/zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed