oleh

Penyekatan di Tugu Pawbili Diperpanjang

SORONG – Penyekatan di Tugu Pawbili yang merupakan salah satu akses utama masuk-keluar Kota Sorong imbas PPKM Darurat di Kota Sorong, diperpanjang hingga tanggal 25 Juli mendatang. Penyekatan dalam rangka PPKM Darurat melalui Surat Edaran Wali Kota Sorong nomor 443/563 seharusnya berakhir tanggal 20 Juli, namun karena masih tingginya tingkat penyebaran Covid-19, sehingga Presiden Joko Widodo memperpanjang PPKM Darurat, termasuk di Kota Sorong yang juga diperpanjang mulai berlaku sejak tanggal 21 Juli hingga 25 Juli. Demikian dikatakan Wali Kota Sorong, Drs.Ec Lambert Jitmau,MM yang ditemui wartawan di Aula Samu Siret Kota Sorong, Rabu (21/7).

Dikatakan, menindaklanjuti arahan Presiden agar kebijakan PPKM diperpanjang dan lebih mengoptimalkan pos komando penanganan Covid-19 untuk memperkuat pelaksanaan Instruksi Mendagri Nomor 23 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM, ia telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Sorong Nomor 443/573 tentang perpanjangan PPKM Darurat di Kota Sorong mulai berlaku tanggal 21 Juli hingga 25 Juli 2021.  “Dari pusat sudah perpanjang berarti kita di daerah juga perpanjang itu. Perpanjang mulai hari ini (21/7) sampai batas waktu tanggal 25 Juli. Sampikan dengan surat edaran itu isinya sama dengan yang surat edaran sebelumnya, hanya saja tanggal masa berlaku yang berubah,” kata Lambert Jitmau.

Dengan perpanjangan PPKM Darurat, salah satunya mengoptimalkan pos komando penanganan Covid-19 di beberapa lokasi yang menjadi jalur masuk-kaluar dari Kota Sorong, diantaranya Tim Gabungan PPKM Darurat yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP melakukan penyekatan di Tugu Pawbili Km 18, serta pengawasan di Jalan Makbon Bambu Kuning Km 12, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Rakyat dan Bandara DEO Sorong diperpanjang hingga 25 Juli. 

Pemprov Perpanjang PPKM Darurat, Aktivitas Perekonomian Dilonggarkan

Pemerintah Provinsi Papua Barat mengikuti pemerintah pusat memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021. Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan mengatakan, meski PPKM Darurat diperpanjang namun aktivitas kegiatan masyarakat dilonggarkan.

Gubernur mencontohkan aktivitas perekonomian yang sebelum sudah harus ditutup jam 20.00 WIT, maka di masa perpanjangan PPKM Darurat ini toko-toko, warung, kios dan usaha lainnya bisa buka sampai pukul 21.00 WIT. ‘’Baik itu warung, rumah makan, toko, kios dan lainnya yang tadinya tutup jam 8 malam, tetapi dengan perpanjangan PPKM Darurat ini bisa buka sampai jam 9 malam,’’ ujar Gubernur kepada wartawan usai membuka vaksinasi massal di Fanindi pantai, Rabu (21/7).

Terpenting lanjut Gubernur, dalam perpanjangan PPKM Darurat ini masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta sering mencuci tangan. ‘’Saya tak  henti-hentinya mengajak semua masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan. Mall, pasar, tokoh, warung makan dan lainnya sudah diberi kelonggaran buka sampai jam 9 malam,’’ tandasnya lagi.

Pengunjung pasar, mall, toko, café tak boleh penuh 100%, jaga rajak harus diperhatikan. Tempat-tempat usaha juga menyediakan tempat cuci tangan. ‘’Jaga jarak itu harus diutamakan. Dengan disiplin protokol kesehatan diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,’’ucap Gubernur.

Angka kasus positif Covid-19 di Papua Barat masih tinggi, pada, Selasa (20/7) terdapat tambahan 325 kasus positif, 2 tambahan meningga dunia. Total kasus positiof Covid-19 di Papua Barat hingga 20 Juli sebanyak 16.297 orang. Total meninggal dunia 271 orang, setelah ada tambahan 2 orang dari Manokwari dan Kota Sorong.

Sedangkan kasus aktif 4.068 orang. Paling banyak di Manokwari 1.673, disusul Bintuni 512, Kota Sorong 503, Fakfak 427, Kaimana 258, Teluk Wondama 214, Raja Ampat 195, Manokwari Selatan 96, Sorong Selatan 87, Kabupaten Sorong 76 kasus aktif, Tambrauw 26, Maybrat 1 kasus aktif.

Untuk aturan perjalanan keluar masuk wilayah Papua Barat, Gubernur mengatakan, pihaknya sedang melakukan perubahan aturan sebagai tindak lanjut perpajangn PPKM Darurat hingga 25 Juli. ‘’Saya akan segera tandatangani perubahan aturan perjalanan sehingga aktivitas bisa berjalan sebagaimana biasa, tetap tetap menerapkan protokol kesehatan,’’ ujar Gubernur.  (zia/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed