oleh

Penutupan Tempat Wisata Dikeluhkan Pengelola

-Metro-358 views

AIMAS-Kebijakan penutupan beberapa tempat wisata di Kabupaten Sorong yang bersifat sementara saat libur panjang akhir tahun dikeluhkan pengelola. Pasalnya kebijakan ini terkesan tidak merata, sebab tidak diterapkan di seluruh tempat wisata. Di Kabupaten Sorong sendiri dari sekian banyak tempat wisata, hanya ada dua tempat wisata yang ditutup yakni Pemandian Taman Sari Garden dan Pemandian Tirta Istianah Indah.

Kepada Radar Sorong, Langgeng selaku pengelola tempat wisata Pemandian Taman Sari Garden mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah. Sebab dirinya sudah berupaya mematuhi apa yang menjadi kebijakan dari pemerintah, namun dirinya mengetahui sendiri bahwa ada beberapa tempat wisata lain yang masih diperbolehkan beroperasi tanpa ada pemantauan dari pihak keamanan.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Terkesan tebang pilih, kami seperti dianak tirikan oleh pemerintah. Taman Sari ditutup, Tirta ditutup, tapi tempat lain seperti Bendungan, Pemancingan, Dermaga di SP3 bahkan ada tempat pemandian baru juga masih buka. Kenapa tidak ada penindakan? Masyarakat bebas ke sana tanpa penerapan prokes dan tidak ada tindakan hukum. Jujur saja saya kecewa, mau ngeluh saya juga bingung mau mengeluh kepada siapa,” ungkapnya kesal.

Rasa kecewanya juga semakin menjadi sebab, hingga saat ini dirinya tidah pernah menerima surat edaran resmi dari Pemerintah Kabupaten Sorong terkait kebijakan penutupan tempat usahanya itu. Dikatakannya, tempat usahanya diminta tutup sejak tanggal 31 Desember 2020, dan baru diperbolehkan beroperasi per tanggal 9 Januari 2021. Namun dirinya merasa keberatan, sebab momen libur akhir tahun adalah harapan besar baginya untuk meraup omset yang lumayan demi memulihkan kondisi ekonomi.

“Saya sebenarnya tidak mau menentang pemerintah, tetapi kalau kebijakannya amburadul seperti ini saya juga merasa sangat dirugikan. Padahal harapan besar buat kami justru pada momen liburan panjang seperti ini. Saya tidak sanggup kalau harus tutup sampai tanggal 8 Januari, lagian banyak tempat wisata yang masih buka juga, kenapa saya harus tutup. Pokoknya besok, saya mulai buka lagi,” tegasnya.

Menurut Langgeng, pihaknya sudah cukup safety mengelola Pemandian Taman Sari Garden dengan menerapkan prokes. Kata dia, jika pemerintah mengambil kebijakan untuk menutup tempat wisata maka lebih bagus ditutup semua. Atau untuk tempat wisata yang diizinkan buka mungkin bisa menerapkan prokes kepada pengunjung.

Dirinya berasumsi dengan ditutupnya beberapa tempat wisata di Kabupaten Sorong, masyarakat justru tumpah ruah di titik tempat wisata yang masih buka. Tidak ada alternatif pilihan wisata lain yang dapat memecah keramaian di suatu lokasi wisata.

Langgeng menuturkan bahwa dirinya sudah mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta sejak tempat usahanya diminta tutup oleh petugas.

“Sudah puluhan juta lah melayang, apalgi kami sudah belanja obat dan perlengkapan untuk menguras kolam, persiapan untuk libur akhir tahun, Tapi malah disuruh tutup. Selama hari ini kami sudah menolak ratusan calon pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Kota dan Kabupaten Sorong, bahkan ada yang dari Jefman juga, akhirnya kecewa,” bebernya.

Dirinya berharap kebijakan ini dapat segera dilakukan evaluasi oleh stakeholder terkait, sebab pihaknya telah menjalankan usaha sesuai dengan prosedur seperti melengkapi perizinan dan terkait pembayaran pajak. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed