oleh

Penumpang Asal Jakarta Diamankan

Satgas : Surat Keterangan Kependudukan dan Hasil Swab PCR Dipalsukan

SORONG – Melaksanakan pengawasan PPKM Darurat di Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong menemukan salah satu penumpang asal Jakarta memalsukan dokumen Surat Keterangan Kependudukan Catatan Sipil, Surat Keterangan atau Sertifikat Vaksinasi, dan Surat Keterangan Hasil Swab PCR.

Penumpang pesawat yang melakukan pemalsuan dokumen, identitas diri, hasil swab, sertifikat vaksin, berinisial SS, mengaku mendapatkan ide tersebut dari temannya. Menurutnya, KTPnya hilang sehingga ia memalsukan identitas dengan surat keterangan dari kependudukan catatan sipil. Sertifikat vaksin dipalsukannya dengan alasan tidak ada waktu untuk melakukan vaksinasi. Kemudian memalsukan hasil swab PCR karena tuntutan kerja. 

”Saya tahu ini melanggar. Saya pertama kali ke Sorong. Saya palsukan surat vaksin karena tidak ada waktu. Saya dapat idenya dari teman. Untuk vaksin bayar Rp 350.000 dan untuk keterangan Capil Rp 100.000. Kalau swab Rp 200.000. Dari Jakarta ketat, datang kesini karena kerja,” kata SS yang ditemui di Sekretariat Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong, Rabu (21/7).

Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong, Rodney Oi, mengatakan bahwa hasil pengawasan terhadap penumpang Batik Air dan Sriwijaya Air yang tiba di Bandara DEO, tim berhasil menemukan penumpang Sriwijaya Air dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta atas nama SS menggunakan surat vaksin palsu, surat Swab PCR palsu, dan tidak memiliki KTP hanya memiliki surat keterangan domisili palsu yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Kabupaten Banjarnegara.

”Kami menemukan penumpang pesawat asal Jakarta transit Makassar tujuan Kota Sorong. Pada saat kami cek, dia penumpang terakhir tiket pesawat asal Jakarta atas nama SS. Kami lihat dokumennya ternyata semua palsu, surat hasil swabnya palsu, surat keterangan dari capil palsu, sertifikat vaksin palsu dan dibikin 2. Yang satu dibikin di kecamatan Meragen dan vaksinasi kedua di kecamatan Mandiraja,” jelasnya.

Rodney mempertanyakan pengawasan di Jakarta, mengapa pelaku bisa lolos hingga ke Kota Sorong. Ketika memperhatikan dokumen milik pelaku penipuan, terlihat banyak kejanggalan.  ”Kami mengetahui surat-surat tersebut palsu itu, yang pertama dari surat keterangan kependudukan berbeda dengan KTP aslinya. Kemudian surat vaksin, kalau yang asli tidak ada tulisan germas di dalam kotak dan kalau asli tidak ada logo BPJS Kesehatan. Kemudian hasil swab juga palsu dari barcode yang dicek bukan namanya dan tanggal terbit April sedangkan sekarang bulan Juli,” jelasnya.

”Kami tanyai pelaku penipuan ini mengku membayar. Surat keterangan capil dibayar Rp 100.000, surat swab pcr atas nama orang lain dibayar Rp 200.000, surat vaksin dibayar Rp 350.000 dan pelaku tidak disuntik. Pelaku membuat surat-surat ini agar bisa datang bekerja di salah satu perusahan di Kota Sorong.  Untuk itu temuan ini akan kami tindaklanjuti dan melaporkan ke pihak berwajib,” sambungnya.

Rodney menambahkan, selain pelaku pemalsuan surat, pihaknya juga menemukan 7 orang penumpang/pelaku perjalanan yang masuk Kota Sorong tanpa mengantongi surat izin keluar-masuk (SIKM), kartu identitasnya ditahan. ”KTP ketujuh pelaku perjalanan yang tidak mempunyai surat izin masuk kota Sorong tersebut ditahan selanjutnya mereka mengambil KTP di Posko Satgas dengan menunjukan Antigen terbaru negatif,” pungkasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed