oleh

Penukaran Uang Ramai Jelang Lebaran

-Ekonomi-75 views

AIMAS – Jelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah, seluruh perbankan dipastikan mengeluarkan lembaran uang baru. Hal ini sudah seperti menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk melakukan penukaran uang baru dengan pecahan yang lebih kecil tiap kali menyambut hari raya. Seperti perbankan pada umumnya, hal itulah yang juga menjadi aktivitas di Bank Papua Cabang Aimas belakangan ini.
Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Pemimpin Cabang Bank Papua Aimas, Fernand Aqman menerangkan, pihaknya di Bank Papua juga melayani nasabah untuk jasa penukaran uang baru. Baginya momen seperti ini sudah merupakan rutinitas perbankan, namun jelang hari raya tentu ada lonjakan.

“Karena kami mengerti bahwa setiap jelang hari raya masyarakat pasti akan membutuhkan layanan penukaran uang baru, dan aktivitasnya sudah pasti melonjak,” jelas Aqman. Dikatakan, di hari biasa masyarakat juga bisa melakukan penukaran uang baru atau uang kecil di bank. Karena tidak persyaratan khusus yang diterapkan. Aqman juga mengimbau agar masyarakat tidak sungkan datang ke bank untuk menukarkan uangnya sesuai kebutuhan.

“Penukaran uang bisa melayani kapan saja, selama masih ada yang membutuhkan itu maka kami akan tetap melayani. Jadi jangan sungkan untuk datang ke bank. Jangan menukarkan uang di tempat lain yang kurang dipercaya. Karena momen seperti ini biasanya banyak dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan uang palsu,” pesannya.
Aqman menambahkan, jelang lebaran kali ini Bank Papua Cabang Aimas paling banyak mengeluarkan uang baru dengan pecahan kecil seperti Rp 5.000, 10.000 dan Rp 20.000. Selain itu, pecahan besar seperti Rp 50.000, Rp 75.000 dan Rp 100.000 juga tak sepi peminat.

“Rata-rata masyarakat yang menukarkan uangnya ke pecahan kecil ini, total nominalnya antara Rp 400.000 sampai Rp 1.000.000 per orang. Sementara untuk pecahan besar juga banyak yang menukarkan, total nominalnya biasanya lebih besar, tapi jumlah lembarnya tentu lebih kecil,” imbuhnya.
Pihaknya juga mengedukasi bahwa pecahan uang Rp 75.000 saat ini sudah bisa digunakan untuk berbelanja. Sehingga jangan sampai ada pelaku usaha yang menolak transaksi menggunakan uang pecahan Rp 75.000.

“Jangan sampai masyarakat mengira bahwa uang pecahan Rp 75.000 merupakan uang limited edition yang hanya bisa disimpan. Karena informasi terakhir dari BI, uang ini sudah boleh dibelanjakan,” pungkasnya.
Terkait uang pecahan Rp 75.000, bagi masyarakat yang menginginkan dapat menukarkan ke bank terdekat. Jika sebelumnya masyarakat yang ingin mendapatkan pecahan uang ini harus terdata sesuai dengan KTP, maka saat ini sudah tidak demikian lagi. Nasabah bisa langsung datang untuk menukarkan uang tersebut tanpa harus melengkapi persyaratan khusus. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed