oleh

Penjualan Unit Perumahan Anjlok

-Ekonomi-108 views

Dampak covid-19 tak hanya dirasakan oleh para pekerja tingkat menengah ke bawah saja. Hal ini juga turut dirasakan para pelaku bisnis sekelas developer/pengembang.
Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) DPD Kota dan Kabupaten Sorong yang juga merupakan salah seorang pengembang Perumahan Putra Resident, John Hutapea mengaku turunnya penjualan unit perumahan bahkan mencapai 50 sampai 75 persen.
Ia menyebutkan bahwa sebenarnya minat dari masyarakat untuk memiliki unit perumahan ini masih cukup tinggi, namun hasrat tersebut terganjal akibat rumitnya regulasi yang ditetapkan oleh pihak perbankan.
“Animo masyarakat sebenarnya masih tinggi, mereka antusias untuk punya hunian sendiri.
Tapi terbentur regulasi yang diberikan oleh pihak perbankan,” ujarnya kepada Radar Sorong.
Adanya persyaratan tambahan yang diberikan oleh pihak perbankan ini dinilai sebagai kendala yang justru memberatkan masyarakat.
“Semisal sebelum covid masyarakat hanya diwajibkan memenuhi 10 persyaratan, sekarang jadi 13.
Nah ini yang bikin masya­rakat mungkin agak kesulitan,”lanjut lelaki yang akrab disapa John tersebut.
Dirinya berharap agar pihak perbankan mengembalikan regulasi seperti semula. Hal ini juga demi mendukung program awal Presiden RI yakni sejuta perumahan untuk masyarakat.
“Untuk mendukung program Presiden harusnya kita sama-sama bergerak untuk memudahkan masyarakat memiliki hunian sendiri. Disinilah pihak perbankan berperan,”pungkas Jhon Hutapea. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed