oleh

Penjualan Emas Sepi

-Ekonomi-88 views

SORONG – Miris, dalam masa pandemic Covid-19 ini kondisi penjualan pedagang emas merosot hingga 50%. Hal ini diakui salah satu pedagang emas, Musdiaman kepada Radar Sorong, Selasa (11/5). Ia juga mengatakan, jika tahun-tahun lalu, menjelang Hari Raya Idul Fitri banyak yang datang membeli emas, namun, di masa pandemic Covid-19 ini berkurang drastis kendati harga emas sementara turun.
Harga emas 22 karat harganya Rp700an ribu, emas 23 harganya Rp 850 ribu hingga Rp 900 ribu serta emas 24 karat harganya Rp 900 ribu ke atas.

“Menjelang lebaran ini, masih mendingan yang tahun sebelumnya. Karena dibanding menjelang lebaran dan hari biasa, saya lebih memilih hari biasa. Karena harga sudah mulai turun, tidak seperti pandemic pertama. Karena untuk pandemic pertama harga sempat mencapai Rp 1 juta atau Rp 900 ribu lebih. Kalau sekarang harga emas menurun Rp 700an ribu,”ucapnya,

“Saya lihat orang lebih cenderung ke kebutuhan sehari-hari saja. Makanya kita pedagang emas di Kota Sorong merosot sekali sampai 50%,” tandas Musdiaman. Ia menambahkan, peminat emas sekarang untuk investasi emas logam mulia, dan banyak yang sudah ovor kembali untuk emas biasanya. Pedagang emas pun hanya bisa menampung. Tetapi sampai kapan bisa menampung. Sementara tidak ada yang ke luar, yang masuk paling banyak.

“Akhirnya kita menjadi setengah mati sekali. Apalagi penerbangan dilarang, jadi kita mengharapkan pembeli saja,” ungkapnya.
Adapun perhiasan yang lebih dominan atau diminati adalah cincin kemudian kalung. Menurut Pemilik Toko Emas Mulia yang berlokasi di Km 8 Jalan Pendidikan ini, bahwa merosotnya penjualan emas bagi para pedagang emas selain dikarenakan masa pandemic Covid-19, juga adanya penjualan dari pihak BUMN yang bisajadi membunuh pasaran mereka karena menjual dengan harga dibawah.

“Omset kita menurun karena Pegadaian sering membuka stand dimana-mana dan menjual harga dibawah kita. Ini kan membunuh mata pencaharian kita secara tidak langsung. Kalau masyarakat membeli emas di mereka, sudah jelas tidak bisa dijual kembali dan hanya bisa digadaikan. Berbeda kalau beli di kita, ada kwitansinya dan bisa dijual kembali,” tandasnya.
Dia berharap agar pandemic covid-19 segera berakhir, supaya para pedagang emas bisa kembali beraktivitas dengan normal. “Kita bertahan saja. Untuk ada langganan-langganan yang menutupi. Saya berharap kita bisa beraktivitas kembali seperti yang dulu,” ujarnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed