oleh

Pengusutan Dugaan Korupsi ATK Berlanjut

SORONG – Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Erwin Saragih,SH,MH menegaskan bahwa penyidikan dua kasus dugaan korupsi yakni pengadaan puskesmas keliling Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw dan dugaan korupsi anggaran pengadaan alat tulis kantor (ATK) BPKAD Kota Sorong tahun 2017 terus berlanjut.  

Penegasan ini menepis opini publik bahwa Kejari Sorong menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi khususnya ATK BPKAD Kota Sorong tahun 2017 setelah memeriksa Walikota Sorong Drs. Ec Lambert Jitmau,MM sebagai saksi Maret lalu.

Kajari mengatakan, pihaknya terus mengumpulkan bukti terkait kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan ATK tahun 2017. Erwin menjamin integritas para Jaksa, semua hanya menunggu waktu dan akan dibuktikan di pengadilan nantinya. “Jangan ada pemikiran bahwa kami ini bermain-main, saya pastikan kasus ini tidak akan berhenti. Namun berhenti bila tidak cukup bukti, tapi kalau ada bukti maka akan dilimpahkan ke pengadilan,” tegas Erwin Saragih, kemarin.

Diakuinya, ia sengaja belum terlalu banyak mengumbar terkait penyidikan kedua kasus dugaan korupsi yang menjadi sorotan publik beberapa bulan terakhir ini. Ia ingin memberikan kesempatan kepada tim penyidik pidana khusus untuk terus berkerja secara maksimal. ”Saya sengaja tidak mau menyampaikan segalanya karena kasus ini belum tuntas. Bila kita sampaikan semuanya maka ini bukan lagi penyidikan tetapi sudah sidang,” katanya sembari meminta rekan-rekan media bersabar untuk menunggu hasil penyidikan lanjutan.

Kasi Pidsus Kejari Sorong, Khusnul Fuad,SH menambahkan, untuk kasus dugaan korupsi pengadaan Pusling Kabupaten Tambrauw, sudah 8 saksi yang diperiksa. Mengenai dugaan korupsi anggaran pengadaan ATK di BPKAD, Kasi Pidsus menyatakan tetap berjalan. “ATK ini tidak semudah membalik telapak tangan, karena itemnya kecil dan jumlahnya banyak maka kami harap bersabar. Karena sudah dipastikan oleh Kajari Sorong bahwa tidak ada istilah berhenti di tengah jalan,” tandasnya.

Kasi Pidsus mengatakan, penyidikan dugaan korupsi ATK masih  dalam pemeriksaan saksi. Dan untuk penyedia ATK maupun barang cetakan akan dilakukan panggilan ketiga kali, karena dari penyedia masih mengkombinasikan data yang dimiliki dengan data yang dimiliki oleh Pidsus Kejari Sorong. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed