oleh

“Pengusaha Remehkan Perda Miras”

-Metro-83 views

SORONG-Peraturan Daerah (Perda) terkait Minuman Keras yang telah disahkan sejak tahun 2015 lalu hingga kini belum berjalan dengan maksimal lantaran belum terbentuknya Tim Terpadu oleh Pemerintah Kota Sorong untuk mengkawal Perda tersebut, sehingga banyaknya peredaran penjualan minuman keras tidak berizin lantaran tidak adanya sweeping dari petugas Tim Terpadu.

Mengetahui hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Sorong, Aguste C Sagrim menegaskan, seharusnya oknum-oknum pengusaha yang ingin berinvestasi di Kota Sorong harus menaati Peraturan Pemerintah Daerah.

“Semua kembali kepada mereka atau Pemerintah Daerah yang menjalankan Perda tersebut, oknum pengusaha yang mengatakan bisa membayar Perda, berarti dia sudah terbiasa membayar, dia belum bertemu dengan pemimpin yang memiliki karakter keras, kebetulan dia hanya bertemu dengan orang yang bisa dibeli. Tapi kalau dia anggap peraturan bisa dibeli, maka dia harus dikeluarkan dari Kota Sorong atau Tanah Papua,”tegasnya, Kamis (7/1).

Selain itu berdasarkan isu yang berkembang bahwasanya adanya keterlibatkan pihak berwajib dalam penjualan Miras, Aguste mengungkapkan, hal tersebut merupakan ‘lagu lama’ karena semakin aturan diperketat maka akan membuka ruang orang bergerak dibalik aturan dan yang dapat melanggar aturan tersebut yaitu oknum – oknum penegak aturan. 

Oleh karena itu, tambah Aguste, keterlibatan masyarakat seperti pemuda gereja dan masjid di setiap lingkungan penting untuk melakukan sosialisasi Perda Miras. Masyarakat bisa mengambil alih karena ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah maupun penegakkan hukum dalam pembasmian Miras lokal.

“Masyarakat bisa ambil alih karena masyarakat merupakan fungsi kontrol dari lahirnya sebuah peraturan daerah. Kita mempunyai prinsip dan integritas untuk membangun Kota Sorong lebih baik,”tegasnya.

Perlu diketahui, tambah Aguste Perda nomor 3 tahun 2015 memang melarang peredaran Minuman Keras (Miras) Lokal. Sementara minuman keras resmi diatur dalam Perda yakni terkait pengendalian dan pendistribusian minuman keras sehingga miras golongan A, B dan C pun diatur tempat penjualnnya. Seperti, Miras golongan A kategori bir dan lain sebagainya dijual di Hypermart dan toko-toko besar sementara golongan B dan C harus berada di restaurant maupun di bar. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed