oleh

Pengurus BPH UMS Dilantik

-Metro-144 views

SORONG – Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) menyelenggarakan pelantikan Badan Pembina Harian  (BPH) UMS, Sabtu (8/8/2020). Bertempat di Aula Universitas Muhammadiyah Sorong acara pelantikan ini dipimpin langsung oleh  Dr. Agung Danarto, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah.

  Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui SK Nomor 3185/KEP/I.0/D/2020 tertanggal 10 Dzulqa’dah 1441 H/ 01 JULI 2020 tentang Badan Pembina Harian melantik 8 orang sebagai pengurus BPH UMS. Susunan pengurus BPH UMS adalah H. Musliman, S.Sos, (Ketua), Isnan Anshari Firdaus, S.Pd.I. (Sekretaris), H. Muhammad Arsyad Bedda, S.Sos. (Bendahara) dan beranggotakan H. Manut Pratikno, S.Pd., H. Yaaquub Ibnu Mussaad, Dr. H. Dg. Pabalik,M.Si., H. Harbi Syam, S.H., dan H. Syaiful Maliki Arief, S.Hut.,M.Si.

   Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Sorong (BPH UMS) dibentuk oleh dan bertanggungjawab kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selain itu, BPH berfungsi mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melaksanakan beberapa tugas diantaranya: memberi arahan dan pertimbangan kepada UMS dalam pengelolaan UMS, bersama pimpinan UMS menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahunan,  bersama pimpinan dan Senat UMS menyusun Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Statuta, dan membuat laporan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

  Selain itu, BPH UMS juga berwenang untuk: a) mengangkat dan memberhentikan dosen dan tenaga kependidikan tetap Persyarikatan atas usul Pimpinan UMS; b) melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan UMS; c) melakukan pembinaan dan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan; d) melakukan pengawasan, pembinaan, dan pengembangan Badan Usaha Milik UMM.

  Dalam sambutannya,, Dr. Agung Danarto selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa BPH UMS harus dapat menjadi pendukung civitas akademik dalam rangka memajukan UMS.

“BPH UMS ke depan harus dapat  bekerjasama dengan pimpinan UMS memajukan UMS. Selain itu BPH harus dapat menciptakan harmoni di UMS dengan menjalin hubungan yang baik antar pimpinan dosen dan mahasiswa dalam rangka menghindarkan konflik,” pesannya.

  Selain itu, ia pun menekankan bahwa BPH UMS sebisa mungkin memberikan ruang kepada rektor dan pimpinan universitas untuk mengembangkan sisi akademik.

“Berikan rektor dan pimpinan universitas ruang untuk mengembangkan proses akademik sedangkan proses non-akademik diselesaikan oleh BPH,” lanjut Agung.

  Selanjutnya, Agung mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan yang dapat mendukung visi dakwah Muhammadiyah.

“Kerukunan eksternal juga dijaga antara lain, antara Kerukunan civitas akademik dan perserikatan untuk mendukung visi dakwahnya. Jangan lupa juga membangun kerjasama dengan pemerintah daerah, provinsi dan tokoh-tokoh adat di dalam masyarakat,” papar laki-laki kelahiran Kulon Progo tersebut.

  Ia pun mennyatakan bahwa UMS adalah percontohan bagi hubungan yang harmonis meski minoritas.

“UMS adalah percontohan bagi hubungan yang harmonis antara Muhammadiyah yang hidup sebagai minoritas di tengah mayoritas umat beragama lain,” pungkasnya.

  Pada kesempatan yang sama Syaiful Maliki Arief menyampaikan bahwa keberadaan BPH sangat penting bagi suatu perguruan tinggi Muhammadiyah.

“BPH sangat penting bagi perguruan tinggi Muhammadiyah.  Dimana BPH menjadi perpanjangan tangan pimpinan Muhammadiyah dalam memberikan arah dan pertimbangan pengelolaan  UMS ke depan,” terangnya.

  Ia pun siap bersinergi dengan pimpinan UMS untuk memajukan UMS di tanah Papua.

“Kami akan  bersinergi dengan pimpinan UMS  untuk menjadikan UMS sebagai lembaga pendidikan tinggi yang termaju di tanah Papua,” tutup Syaiful yang juga duduk sebagai Anggota DPR Provinsi Papua Barat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed