oleh

Pengunduran Diri ‘Timbulkan Permasalahan Baru’

-Metro-662 views

AIMAS– Anggota DPRD Kabupaten Sorong, Manuel Syafle S.IP meminta kepada manajemen PT. Henrison Inti Persada (HIP) untuk membatalkan surat pengunduran diri karyawan yang masih ingin melanjutkan bekerja.

“Banyak karyawan yang masih ingin bekerja di perusahaan, saya akan coba untuk komunikasikan dengan manajemen perusahaan kembali,” katanya saat melakukan kunjungan kerja di kawasan perkebunan sawit di Kampung Gisim Darat Divisi 1 Klamono, Kabupaten Sorong, Minggu (20/10). 

Kunjungan kerja yang dilakukan Manuel tersebut dihadiri kurang lebih 200 orang yang masih menginginkan untuk bekerja di PT. HIP. Salah satunya, Yunus Tande yang merupakan Ketua RT. 07 Kampung Gisim Darat yang menyampaikan aspirasinya secara tertulis dengan harapan agar karyawan dapat kembali bekerja. 

Menurut Yunus, banyaknya karyawan yang berhenti bekerja menimbulkan permasalahan baru diantaranya, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesehatan dan juga peningkatan pengangguran. “Dengan ribuan karyawan yang tidak lagi bekerja ini, masalah justru timbul kembali, salah satunya jumlah pengangguran yang meningkat,” ucapnya. 

Berdasarkan aspirasi tersebut, Manuel mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya karyawan untuk tidak mudah terprovokasi dengan pihak-pihak yang justru memberikan efek negative kepada para karyawan. “Jangan mau terprovokasi dengan dengan pihak-pihak yang memiliki tujuan tersembunyi yang justru merugikan diri sendiri,” terangnya. 

Manuel juga mengetahui, karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan dan telah menerima pesangon harus menyisihkan uang sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 Juta per orang, sebagai ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam memperjuangkan hak karyawan tersebut. 

“Beberapa karyawan juga sudah saya dengar adanya uang pesangon yang disisihkan sebagai ucapan terima kasih,” ucapnya. 

Selain itu, diketahui pula adanya karyawan yang diduga mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sorong yang menolak pembayaran pesangon melalui transfer ke rekening karyawan. “Perwakilan karyawan meminta agar uang pesangon dibayarkan secara tunai, saya duga itu agar lebih mudah untuk membayar ucapan terima kasih itu,” katanya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed