oleh

Pengguna Jasa SKP Diminta Tandatangani Dokumen

-Metro-185 views

SORONG – Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Sorong minta para pengguna jasa tandatangani dokumen kesepakatan, Kamis (25/6). Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja petugas karantina di lapangan. Disisi lain penandatanganan dokumen kesepakatan ini juga dimaksudkan untuk menerapkan sanksi bagi pengguna jasa yang melanggar aturan main.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong, I Wayan Kertanegara mengatakan dalam kegiatan operasi di lapangan, pihak Karantina Pertanian tentu akan menerapkan aturan main sesuai jalurnya.

“Kami punya teman-teman yang bekerja di lapangan sudah kami dibekali terkait pelayanan dan tugas serta fungsinya masing-masing. Mereka inilah yang nanti melakukan kontrol terhadap produk apa saja baik tumbuhan maupun hewan yang berlalu lintas keluar masuk Kota Sorong,” ungkapnya.

Terkait pemeriksaan kesehatan di Stasiun Karantina Pertanian yang harus dilakukan berulang kali, kata dia, merupakan prosedur yang harus dilalui bagi setiap produk yang mengikuti perjalanan.

“Sesuai prosedur pemeriksaan di Stasiun Karantina Pertanian memang harus dilakukan secara berulang. Yakni di daerah asal dan di daerah tujuan. SOP-nya demikian, kami harus memvalidasi hasil pemeriksaan dari petugas di daerah asal bukan karena kami tidak percaya. Tetapi karena biasanya produk yang dibawa ada kemungkinan membawa penyakit saat berada dalam perjalanan,” jelasnya.

Dikatakannya, kejadian seperti ini Isa terjadi akibat dari kenakalan pengguna jasa. “Tidak menutup kemungkinan ini adalah kenakalan pengguna jasa. Misalnya produk yang dilaporkan sekian, namun ketika dimasukkan ternyata total jumlahnya lebih daripada yang dilaporkan, dan itu dilakukan tanpa sepengetahuan petugas karantina,” bebernya.

Ini yang menjadi masalah, sambungnya, sehingga mengapa pemeriksaan berulang harus diterapkan dan penandatanganan dokumen kesepakatan juga perlu dilakukan. “Berani mengeluarkan produk yang tidak sehat akan dikenakan sanksi. Itu juga janji mereka kepada Dinas Pertanian. Makanya saya sampaikan, tidak ada yang kebal dengan aturan main siapa yang salah harus berani tanggung jawab,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed