oleh

Penggali Kubur Khusus Covid Kelelahan

-Metro-94 views

SORONG – Buruh lepas yang kesehariannya diperbantukan untuk menggali liang kubur khusus Jenazah Covid-19 yang berlokasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Covid-19 Jl. Suteja Km 10 masuk mengaku cukup kelelahan menggali liang kubur. Demikian ucapan koordinator sukarelawan penggali kuburan khusus Covid -19, Marson Watipo saat bincang bincang dengan koran ini (20/7) disela kesibukannya menggali liang kubur.

  Dalam sehari, lanjut Marson mereka menerima orderan tiga sampai lima liang yang harus digali.

“Rata- rata per harinya itu kita gali tiga sampai lima liang kubur. Dalam seminggu terakhir sudah ada 10 liang yang kami gali,” terangnya sembari menambahkan bahwa supaya tidak terlalu kelelahan, biasannya mereka membagi satu kelompok terdiri dari tiga orang untuk menggali satu liang.

  Disinggung soal upah yang diterima, lanjut Wetipo bahwa patokan biaya yang diberikan oleh petugas Covid-19 kepada mereka adalah satu juta rupiah per liang.

“Jadi hitungannya 1 juta per lobang (liang),” tuturnya sembari menambahakan bahwa uang tersebut mereka terima setelah mereka selesai bertugas. Juga dijelaskan bahwa untuk menggali liang, mereka menggunakan peralatan seadanya seperti sekop, cangkul dan peralatan pendukung lainnya.

  Selain menerima pasien covid-19, tim mereka juga biasanya dihubungi untuk menggali liang untuk jenazah yang bukan covid- 19.

“Sama saja, untuk liang Khusus covid-19 maupun liang umum itu 1 juta,” tandasnya kepada Radar Sorong. Pantauan koran ini di lokasi TPU khusus Covid, tampak petugas sedang sibuk menggali dua liang kubur, sedangkan satu lainnya sudah terisi. Disisi lain, tampak terlihat sekelompok keluarga yang datang memberi penghormatan kepada salah satu anggota keluarga mereka yang juga meninggal karena covid-19. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed