oleh

Pengadaan Tenaga Kerja bukan Ranah SKK Migas

-Metro-807 views

SORONG– Terkait permasalahan perekrutan tenaga kerja di LNG Tangguh di Bintuni Papua Barat yang masih menjadi perbincangan dan tuntutan sejumlah pihak dari Orang Asli Papua (OAP), maka Kepala SKK  Migas Wilayah Papua dan Maluku (Pamalu), A.  Rinto Pudyantoro mengatakan, SKK Migas memastikan untuk mengatur soal rencana kerja nasional dan aset kerja adalah ranahnya SKK Migas, tetapi dalam tenaga kerja itu adalah wilayahnya BP dan kontraktor penyedia tenaga kerja.

“Masalah tenaga kerja sudah dibagi yakni untuk wilayah Ring 1 adalah Kabupaten Teluk Bintuni yang dimana terdapat 62 kampung. Ring 2 Fak-fak, Ring 3 Kabupaten Sorong dan Ring 4 adalah semua daerah yang ada di Papua Barat,” sembutnya dalam kegiatan temu wartawan di Gedung ACC Aimas Kabupaten Sorong, Kamis (10/10).

Ia menerangkan, proses perekrutan ketenagakerjaan diserahkan semuanya ke pihak BP, kontraktor penyedia tenaga kerja bersama dinas terkait di daerah masing-masing, sehingga untuk persoalan perekrutan ketenagakerjaannya  diatur dan diserahkan kepada SKK Migas.

“Kalau wilayah Ring 5 yang apabila dalam ketenagakerjaanya tidak ada di wilayah ring 1 hingga ring 4 maka akan diambil dari Ring 5 yang yaitu dari daerah yang berada di luar wilayah Papua,” tuturnya.

Untuk kemajuan ke depan pada tahun 2037, sambung Rinto perekrutan tenaga kerja di LNG tangguh melalui BP dan para kontraktor penyedia tenaga kerja ini adalalah memprioritaskan OAP 85 persen, bahkan akan memprioritaskan Orang Asli Papua untuk dibutuhkan dalam level manager, terampil, semi terampil dan tidak terampil. “Semua ini akan kita ambil pada wilayah Ring 1, Ring 2, Ring 3 dan seterusnya yang di wilayah Papua Barat,” katanya.

Untuk 62 kampung yang berada di Ring 1, cara perekrutanya kontraktor penyedia tenaga kerja harus menyiapkan  kebutuhannya dan diajukan kepada pihak kepala kampung, apabila kebutuhan atau keahlianya ada pada kampung tersebut, maka langsung diajukan yang disertai dengan CV kepada BP dan oleh kontraktor penyedia tenaga kerja atau kontraktor Train 3 LNG Tangguh, kemudian melakukan sklining interview hingga ditetapkan sebagai pekerja.

“Apabila tidak ada kebutuhannya, akan dilanjutkan di wilayah Ring 1, Ring 2 dan seterusnya,” ungkapnya.

Di dalam perekrutan ketenagakerjaan, kontraktor penyedia tenaga kerja wajib bekerja sama dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan untuk menyampaikan kuota  perekrutannya.”Perlu di ketahui bersama bahwa semua proses perekrutanya melalui suatu mekanisme yang harus diketahui yakni melalui kontraktor penyedia tenaga kerjadan yang akan disampaikan melalui pengumunan,”tandasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed