oleh

Penembakan Misterius Dipertanyakan

-Metro-396 views

SORONG– Tim Kuasa Hukum YM (21) yang merupakan korban penembakan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Minggu (17/5) pukul 02.00 WIT dini hari di sekitar Km 7 Gunung menyayangkan sikap Kepolisian yang secara sepihak mengambil peluru yang berhasil dikeluarkan dari tubuh YM, tanpa sepengetahuan keluarga.

Melalui Kuasa Hukumnya, Fernando Marthin Ginuny, SH, pihaknya mempertanyakan proyektil (peluru) mengapa harus diambil oleh pihak yang berwajib tanpa adanya koordinasi dengan pihak keluarga. Padahal, sempat terjadi adu mulut antara keluarga dengan pihak berwajib (Kepolisian). Jika penembakan dilakukan oleh orang yang tak dikenal, maka seharusnya peluru tersebut diberikan kepada keluarga untuk dijadikan bukti dalam membuat laporan polisi.

“Tapi diambil oleh pihak berwajib, ini ada apa?,”jelasnya kepada wartawan dalam jumpa pers bertempat di Kantor LBH Kaki Abu, Senin (18/5).

 Nando menceritakan kronologi sebelum kliennya berinisial YM tertembak, dimana saat itu YM pada hari Minggu sekitar pukul 02.00 WIT dini hari keluar dari rumah karena kehabisan rokok, sehingga YM bersama dua orang temannya pergi mencari kios untuk beli rokok.

“Mereka di rumah klien kami itu sedang bakar-bakar kayu untuk jaga malam, ini sesuai imbauan pemerintah untuk melakukan ronda malam atau Pos Kamling. Kemudian klien kami keluar, tiba-tiba ada sebuah mobil dari arah Vega Hotel tiba-tiba matikan lampu mobil dan masuk ke dalam lorong kemudian melihat tiga orang tersebut salah satunya klien kami,”ujarnya.

Kemudian, orang misterius itu melakukan penembakan dari dalam mobil dimana tembakan pertama meleset, namun tembakan kedua mengenai punggung belakang klien kami. Seharusnya, dalam protap penggunaan senjata api telah menyalahi aturan sebab dimana tembakan bisa dilakukan apabila korban melakukan kejahatan atau perlawanan.

“Diinformasikan kepada kami selaku kuasa hukum bahwa proyektil adalah Airsoft guns. Kami merasa bahwa tendangan daripada Airsoft guns itu tidak akan sampai mengakibatkan operasi besar. Ada juga pemberitaan di media bahwa klien kami melakukan pemalakan, tapi siapa korbannya coba dijelaskan dan siapa yang mengadu. Maka kami membantah ini, karena klien kami tidak melakukan tindakan kriminal yang meresahkan warga sekitar,”paparnya.

Nando pun menduga, yang memberikan keterangan bahwa kliennya melakukan pemalakan adalah orang yang melakukan penembakan tersebut.

Ditambahkan tim Kuasa Hukum YM, Leonar Idjie, SH, pihaknya sangat menyesali peluru yang diambil oleh pihak kepolisian tanpa sepengetahuan keluarga. Hal tersebut, akan disampaikan kepada dokter yang melakukan operasi dan juga pihaknya akan meyurati secara resmi Kepada Ikatan Dokter Indonesia untuk melihat hal ini sebab menyangkut barang bukti.

“Bisa saja kami asumsikan ada unsur penggelapan barang bukti di sini dan proses pelemahan kasus akan terjadi di sini. Karena peluru ini merupakan satu-satunya bukti untuk cara kami membuktikan dan kita bisa mengetahui nomor seri peluru senjata apa yang digunakan,”tandasnya.

Pihak kepolisian harus secepatnya membuktikan siapa pelaku dibalik penembakan tersebut, sebab peluru sudah ada di tangan kepolisian. Kasus ini jangan ditutupi dan dirinya membantah adanya pemalakan yang dilakukan kliennya.

“Setahu kami, pukul 03.00 WIT subuh itu hanya ada klien kami, dan 2 saksi yang ada tempat kejadin. Dan menyangkut biaya pengobatan dan nginap di RS Sele Be Solu ini, keluarga korban kebingungan sebab proses ini harus diselesaikan seperti apa,”tuturnya.

Sehingga, pihaknya membutuhkan kejelasan siapa pelakunya agar biaya pengobatan kliennya bisa jelas. Dan, terkait laporan polisi, pada Selasa (19/5) pihaknya akan membuat LP.

Sementara itu, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Misbachul Munir, mengungkapkan, kejadian diduga saat ada kendaraan mobil yang melintas dan membawa orang yang tak dikenal, kemudian diduga diberhentikan oleh korban dan terjadilah penembakan.

“Diduga kendaraan yang masih dalam penyelidikan itu, diberhentikan oleh korban. Diberhentikan dalam modus apa, belum diketahui dan disitulah terjadi penembakan. Untuk sementara, kasus ini masih dalam rangka lidik, teknisnya seperti apa belum bisa dijabarkan lebih lanjut,” terangnya.

Ia menjelaskan, korban saat tertembak dan dibawa ke SPKT Polres Sorong Kota dan juga dibawa ke RS Sele Be Solu, korban dalam kondisi sadar. Namun dari mulut korban, tercium bau minuman beralkohol artinya korban dalam keadaan mabuk. 

“Ada satu luka tembakan di bagian belakang punggung. Kami belum bisa tahu, apakah senjata yang dipakai OTK untuk menembak ini milik TNI ataupun Polri. Karena senjatanya sendiri saat ini banyak yang beredar, yang organik dan kepemilikan saja banyak satuan yang memiliki senjata. Apalagi yang bukan milik negara lain lagi, artinya belum bisa menduga ke dalam maupun menduga keluar,” paparnya.

Dibeberkannya, saat ini korban belum dapat dimintai keterangan, siapa tahu korban bisa mengetahui ciri-ciri pelaku. Namun, saat ini kasus ini masih lidik. “Saat ini kami juga sudah dapat beberapa rekaman CCTV di sekitar TKP di Km 7 Gunung,”ungkapnya.

Saat ini, kondisi korban masih dalam keadaan sadar dan untungnya tembakan tersebut tidak mengenai organ tubuh korban yang vital. Sebab, saat dibawa ke Polres Sorong Kota, korban masih dalam kondisi sadar.”Saya tidak bisa sembarang berspekulasi dalam kasus penembakan misterius ini, semua berdasarkan fakta, harus sudah tertuang dalam bukti surat, bukti petunjuk, keterangan saksi dan ahli. Kalau belum berupa fakta dan baru sebatas cerita, saya belum bisa ungkapkan. Takutnya menggiring opini dan muncul persepsi lain,” tandasnya.

Diakui Munir, proyektil (peluru) yang bersarang di tubuh korban sudah dikeluarkan. Proyektil tersebut akan diperiksa terlebih dahulu dan dilakukan uji balistik di Makassar, sehingga bisa mengetahui jenis senjata. “Proyektil belum diperiksa dan harus dibawa ke laboratorium di Makassar, untuk mengetahui jenis peluru. Baru kemudian bisa diketahui jenis senjata yang digunakan. Untuk jarak tembak juga saya belum tahu pasti,” katanya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed