oleh

Penduduk Miskin di Papua Barat Maret 2020 Sebanyak 208.580 Jiwa

MANOKWARI-Penduduk miskin di Papua Barat Maret 2020 berjumlah 208.580 jiwa atau 21,37 persen dari total jumlah penduduk. Secara nilai absolut naik sebesar 990 jiwa jika dibandingkan kondisi September 2019 yang berjumlah 207.590 jiwa, sedangkan secara persentase turun sebesar 0,14 persen poin (21,51 persen pada September 2019).

“Jadi, secara persentase mengalami penurunan, dan secara jumlah penduduk miskin di Papua Barat alami pertambahan 990 jiwa,’’ jelas Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Papua Barat, Maritje Patiwaellapia, SH, MM pada rilis, Rabu (15/7/2020).
Dia membeberkan, pendataan dilakukan pada 1-18 Maret dan pandemic virus corona (Covid-19) belum terlalu berdampak kondisi masyarakat. Persentase penduduk miskin daerah perkotaan naik sebanyak 0,38 persen poin menjadi 5,85 persen (5,47 persen pada September 2019). Sedangkan persentase penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 0,50 persen poin menjadi 32,70 persen (33,20 persen pada September 2019).

Dia menjelaskan, peranan komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan, baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada Maret 2020, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 75,88 persen.


Kepala BPS menjelaskan, besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Selama September 2019-Maret 2020, Garis Kemiskinan mengalami kenaikan, yaitu dari Rp. 591.336,- per kapita per bulan menjadi Rp. 610.888,- per kapita per bulan atau naik 3,31 persen. Sementara selama periode Maret 2019-Maret 2020 (y-o-y), Garis kemiskinan naik sebesar 6,55 persen, yaitu dari Rp. 573.313,- per kapita per bulan pada Maret 2019 menjadi Rp. 610.888,- per kapita per bulan pada Maret 2020.

“Sumbangan Garis Kemiskinan perkotaan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 71,99 persen, sedangkan perdesaan sebesar 78,84 persen,’’ jelasnya.

Komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di daerah perkotaan maupun perdesaan adalah beras (17,87 di daerah perkotaan dan 18,67 di daerah perdesaan), dan rokok kretek filter (12,85 di daerah perkotaan dan 15,66 di daerah perdesaan). Sementara itu untuk komoditas non makanan, sumbangan komoditas paling besar terhadap GK berasal dari perumahan, yaitu 11,27 di daerah perkotaan dan 9,47 di daerah perdesaan.

Beberapa faktor yang terkait dengan tingkat kemiskinan selama periode September 2019-Maret 2020 antara lain: pertama, inflasi umum cukup rendah yaitu sebesar 0,03 persen. Kedua, menurut desil pengeluaran per kapita per bulan, rata-rata pengeluaran per kapita pada Desil 1, Desil 2, dan Desil 3 periode September 2019-Maret 2020 mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,67; 4,79; dan 1,45. Kenaikan ini lebih rendah dibanding kenaikan GK pada periode yang sama yaitu 3,31 persen (terutama pada Desil 1 dan Desil 3).

Ketiga, nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2020 turun sebesar 2,55 poin dibanding September 2019, yaitu dari 103,24 menjadi 100,69. Penurunan NTP tersebut mengindikasikan terjadinya penurunan kesejahteraan petani.
Keempat, pertumbuhan ekonomi (q to q) pada triwulan I 2020 mengalami kontraksi dibanding triwulan IV 2019, yaitu dari 4,23 persen pada triwulan IV 2019 menjadi -6,64 persen pada triwulan I 2020. Secara (y on y), pertumbuhan ekonomi juga melambat dari 8,27 persen menjadi 5,14 persen dibanding triwulan I 2019.

Kelima, pertumbuhan realisasi APBD untuk Belanja Bantuan Sosial (Bansos) pada triwulan I 2020 secara Q to Q adalah -63,23 persen. Sementara itu secara Y on Y adalah -20,28 persen. Dan keenam, pada periode September 2019-Maret 2020, secara rata-rata harga eceran beberapa komoditas pokok di Papua Barat antara lain lain bawang merah, rokok kretek filter, gula pasir, ikan tongkol/tuna/cakalang, mie instan, dan roti mengalami kenaikan.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed