oleh

Pendidikan di Kota Sorong Terbaik di Papua Barat

-Uncategorized-1.265 views

Korisano: Selama 1 Tahun Ada Lima Terobosan yang Dilakukan

SORONG– Walaupun genap satu tahun kemarin (15/8) menjabat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong Petrus Korisano berhasil mendongrak citra pendidikan di Kota Sorong menjadi yang terbaik di Papua Barat.

Disela menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah SD-MI, SMP-MTS se Kota Sorong kemarin (15/8) di aula SMPN 9 Kota Sorong kemarin, mengakui bahwa prestasi ini tidak terlepas dari kebijakan kepala daerah dan kerja sama para penyelenggara pendidikan di Kota Sorong.

Disinggung terobosan apa yang dilakukan selama setahun menjadi orang nomor satu di Dinas Pendidikan Kota Sorong, Korisano menjelaskan bahwa, prinsipnya melanjutkan mutu pendidikan seperti yang telah dilakukan pemimpin terdahulu. Namun ada beberapa kebijakan yang dilakukan di era kepemimpinannya yakni, rutin menggelar rapat kerja teknis (Rakernis) dengan para kepala SMP-SD untuk mengevaluasi perkembangan aktifitas belajar mengajar serta melaporkan persoalan yang dihadapi di internal sekolah maupun dinas, mencari solusi bersama penyelesasiannya dan selanjutnya dilaporkan berjenjang ke ke kepala daerah, dinas pendidikan provinsi dan pusat.

Selanjutnya yaitu sebelum kepemimpinannya ada dua sekolah (tidak disebutkan nama sekolah) tidak memiliki kepala sekolah dan termasuk ada beberapa sekolah yang kepala sekolahnya dijabat oleh seorang pelaksana tugas (Plt). Sejak estafet kepemimpinan dilanjutkan, pihaknya langsung menghadap Wali Kota Sorong mendesak supaya segera melantik kepala sekolah devenitif. 

“Puji Tuhan di Kota Sorong sekarang semua kepala sekolah sudah dijabat oleh kepala sekolah devenitif,” ucapnya.

Terobosan lain yang dilakukan adalah, memperjuang nasib 21 guru yang sejak tahun 2015 tidak mendapatkan tunjangan sertifikasi. “ Mereka datang ke saya di ruangan pada saat saya sudah menjabat kepala dinas. Sebagai pimpinan saya harus bertanggung jawab. Pada saat itu juga saya bersama lima orang staf berangkat ke Jakarta menghadap di kementerian setelah di cek ternyata terjadi kesalahan input di kementerian, mereka meminta maaf dan dua minggu kemudian akhirnya penerbitan SK pembayaran tunjangan sertifikasi” tandasnya.

Kebijakan lain yang dilakukan adalah telah menginstruksikan kepada para kepala sekolah  bahwa terkait proses belajar mengajar, khusus siswa kelas empat, lima dan enam SD, bila belum tahu menulis, membaca dan menghitung maka, guru dan kepala sekolah yang bersangkutan tidak akan ditandatangani SK Gaji berkala. 

“Silahkan teman teman wartawan cek ke sekolah – sekolah apabila ada anak sekolah yang telah lulus sekolah tidak tahhu membaca, menulis dan menghitung, silahkan lapor saya” tukasnya.

Selain itu juga dilakukan, sebagai insiator kegiatan berskala nasional yang dipusatkan di Kota Sorong yakni gerakan nasional orang tua membaca buku yang dipusatkan di Kampus STIE Bukit Zaitun. Tujuannya mendorong dan memotivasikan dan mendidik anak untuk gemar membaca buku.(ris)  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed