oleh

Pendaftaran Cawabup Maybrat Diperpanjang

SORONG – Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022, memperpanjang waktu pendaftaran dan memberikan kesempatan kepada empat partai koalisi Sagrim-Kocu (SAKO) mengajukan dua nama cawabup ke pansus untuk disahkan dan selanjutnya diusulkan ke pimpinan DPRD untuk mengagendakan paripurna pemilihan Wakil Bupati Maybrat.

Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando ­Solossa,SE  yang juga anggota pansus mengatakan, perpanjangan kali ini untuk sebulan ke depan sampai 16 Mei 2021. Perpanjangan kali ini untuk ketiga kalinya, kesempatan pertama diberikan dari 15 Februari ke 15 Maret, perpanjangan kedua dari 15 Maret sampai 15 April, namun koalisi partai pengusung SAKO belum juga mengajukan dua dari tiga nama calon yang ada yakni Sarteis Wanane, Markus Jitmau dan Leonardus Kore, ke pansus. 

Karena itu, setelah menggelar rapat pada Jumat (16/4) lalu, pansus menyepakati menambah waktu pengembalian berkas sampai dengan tanggal 16 Mei atau satu bulan kedepan. Sambil menunggu parpol koalisi SAKO mengajukan dua nama, pansus yang dipimpin Thomas Aitrem melaksanakan konsultasi ke Biro Hukum Pemprov Papua Barat dan selanjutnya ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait tahapan dan progress kerja Pansus Pemilihan Wakil Bupati Maybrat.

“Sambil pansus tetap bekerja, konsultasi ke Biro Hukum Papua Barat dan selanjutnya ke Mendagri, kita harap teman-teman dari empat parpol koalisi memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk mengajukan dua nama calon ke pansus agar ditetapkan dan selanjutnya diusulkan dalam paripurna untuk dilakukan pemilihan,” kata Fernando Solossa kepada Radar Sorong melalui telepon seluler, kemarin (19/4).

Dikatakan, dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Maybrat, laporan yang diterimanya bahwa pansus sudah bekerja maksimal, yang memperlambat proses adalah partai koalisi. Nando mengatakan, lambatnya kerja partai koalisi, pihaknya berkesimpulan bahwa masing-masing partai politik ego mempertahankan kadernya masing-masing. “Tidak ada niat koperatif dari empat partai koalisi menyamakan persepsi untuk menyaring dua dari tiga nama calon untuk diajukan ke pansus. Kalau keadaan ini terus berlanjut, maka yang rugi adalah koalisi parpol itu sendiri,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Pansus Pemilihan Wakil Bupati Maybrat, Thomas Aitrem menegaskan bahwa waktu yang ada pihaknya sedang fokus konsultasi lanjutan ke Biro Hukum Pemprov Papua Barat dan Kemendagri terkait tahapan yang sudah dikerjakan sampai dengan saat ini. Bila nanti sampai dengan 16 Mei mendatang jika parpol koalisi belum mengajukan dua nama sebagaimana syarat dan ketentuan yang diatur dalam aturan perundang-undangan yang berlaku, dipastikan tanggal dan waktu tersebut pansus menyampaikan laporan ke pimpinan untuk pleno membubarkan pansus. “Kalau pansus sudah dibubarkan maka otomatis bupati yang akan sendiri memimpin Kabupaten Maybrat sampai dengan masa periode selesai Agustus 2022 mendatang,” tegasnya. 

Seperti diketahui, tiga nama calon dalam bursa pemilihan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan periode 2017-2022, yakni Sarteis Wanane diusung Partai Golkar dan PKS, Markus Jitmau diusung PDIP, dan Leonardus Kore diusung Partai Nasdem. Berkas ketiga calon telah diperiksa pansus dan dinyatakan lengkap, namun dikembalikan lagi ke partai koalisi SAKO karena persyaratan dari pansus maksimal hanya 2 yang bisa diajukan untuk masuk dalam tahapan pemilihan. Siapakah diantaranya ketiga calon ini yang masuk tahapan pemilihan nantinya, masih menunggu kepastian dari parpol koalisi SAKO yang terdiri dari Partai Golkar, PDIP, Nasdem dan PKS. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed