oleh

Pencurian Sapi Diduga Libatkan Oknum Aparat

-Metro-320 views

SORONG- Tiga Terdakwa kasus pencurian sapi di jalan poros Kampung Klasari Distrik Salawati pada bulan April lalu, masing masing terdakwa satu, ER (36), Terdakwa dua RS (26) dan terdakwa tiga Pr (26) kemarin (29/10) menjalani sidang lanjutan untuk mendengarkan keterangan para saksi dan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan ketiga terdakwa. 

Dalam fakta persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sorong, Donal F.Sopacua,SH tersebut, ketiga terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti dan membenarkan perbuatan jahat mereka.

Kronologis singkat, bahwa terdakwa satu dijemput oleh rekannya Nm yang juga adalah oknum aparat keamanan (berkas perkara terpisah) selanjutnya bersama-sama ke rumah terdakwa tiga dan di depannya sudah satu unit mobil yang akan digunakan untuk mengangkut hasil curian.

Selanjutnya para terdakwa dan rekannya Nm melakukan perjalanan menuju Kampung Kurnia, namun diperjalanan hujan deras, sehingga mereka balik arah menuju Kampung Klasari. Dalam perjalanan, ketiga terdakwa melihat satu ekor sapi berjarak 20 meter dari jalan. Karena situasinya larut, disertai hujan, mereka pun melancarkan aksi mereka dengan cara menembak satu sapi milik saksi korban Sulam Abdulah lebih dari 2 kali, sampai sapi tersebut terjatuh lehernya dipotong dengan badik.

Setelah memastikan hasil curiannya mati, langsung mereka angkat ke mobil, ke esokan paginnya korban hendak ke lokasi dimana sapi ditaruh namun mendapatinya sapi tidak ada. Yang ada hanya bercak darah dan tali yang dikenalnya adalah tali yang dipake untuk mengikat sapi. Korban pun melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, alhasil pelaku berhasil di bekuk. Mengakui dan menyesali perbuatannya,

Para terdakwa sepakat membayar ganti rugi Rp 5.5 juta kepada korban, dan korban dalam keterangannya telah memaafkan para terdakwa. Perbuatan terdakwa sebagaimana duatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke-1 KUHP. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan tuntutan. (ris) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed