oleh

Pencurian di Disdukcapil, Tiga Saksi Diperiksa

SORONG – Penyidik Satreskrim Polres Sorong Kota telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi terkait kasus pencurian 5 unit komputer di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Sorong yang terjadi pada Jumat (14/5). Namun demi kepentingan penyelidikan, identitas ketiga saksi tersebut masih dirahasiakan.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH melalui Kasat Reskim AKP Nirwan Fakaubun,SIK mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan dilakukannya pemasangan police line. “Sementara ini, kami masih melakukan proses penyelidikan untuk mencari tahu bukti maupun tersangka,” jelas Kasat Reskrim kepada Radar Sorong, Selasa (18/5).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi, dimana identitkas ketiga saksi tersebut masih dirahasiakan. Nantinya hasil dari pemeriksaan akan dilakukan tindak lanjut terhadap pencarian barang bukti maupun tersangka. Selain itu, pihaknya masih mencari tahu saksi-saksi dan barang bukti. “Dari hasil olah TKP memang benar terjadi pencurian terhadap 5 unit komputer, dimana komputer tersebut berada di dua tempat yakni 4 unit di ruang pelayanan umum dan satu unit komputer berada di ruangan percetakan,” tuturnya.

Selain itu, dari hasil olah TKP juga pihaknya melakukan penyelidikan terhadap siapa saja orang yang terakhir ada di tempat kejadian tersebut. Selanjutnya, Reskrim Polresta Sorong masih akan mencari tahu sejumlah saksi-saksi lainnya. “Sementara untuk total kerugian dari kejadian tersebut belum disampaikan dari pelapor, akan tetapi masih tetap kami dalami. Yang jelas, akibat dari pencurian ini menghambat pekerjaan yang ada di Dukcapil Kota Sorong,” terangnya.

Nirwan menyatakan, Satreskrim Polres Sorong Kota melaksanakan tugas secara profesional dalam melakukan pengungkapkan pencurian yang terjadi di Kantor Dukcapil. Terkait dibukanya kantor untuk aktifitas kepengurusan dokumen kependudukan, merupakan kewenangan dari pihak Dukcapil.  “Namun yang  jelas kantor tempat kejadian perkara tersebut masih kami lakukan olah TKP dan apabila sudah selesai baru kami informasikan. Yang jelas kami tidak akan menghambat pelayanan di kantor tersebut, namun dari pihak kantor yang harus menyediakan pelayanan di tempat lain sementara,” pungkasnya.

Syafrudin Sabonama : Harus Mendapat Atensi dan Penanganan Serius 

Kasus pencurian komputer di kantor Disdukcapil Kota Sorong mendapat sorotan banyak pihak, salah satunya dari DPRD Kota Sorong. Anggota DPRD Kota Sorong, Syafrudin Sabonama,SH kepada Radar Sorong, Selasa (18/5) mengaku prihatin dengan adanya aksi pencurian perangkat komputer di Disduk Capil Kota Sorong. 

Sabonama menilai kasus ini perlu mendapat atensi dan penanganan serius, untuk mengungkap para pelaku pencurian beserta barang bukti.  “Perlu saya sampaikan bahwa kasus ini perlu mendapat penanganan serius untuk mengungkap para pelaku beserta barang bukti (BB), karena perangkat komputer yang dicuri telah tersimpan dokumen penting warga masyarakat Kota Sorong,”  tandasnya.

Menurutnya, Disdiukcapil merupakan OPD yang sangat strategis untuk melayani kepentingan hajat hidup orang banyak. Oleh karenanya, terlepas dari upaya polisi untuk melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan, operasional dinas ini sudah harus dibuka untuk diakses masyarakat umum. “Semua akses pengadministrasian warga masyarakat bermura dan bersumber dari Disdukcapil. Jadi kalau satu atau dua jam tidak bisa diakses masyarakat, bisa dibayangkan berapa puluh bahkan ratus orang yang administrasi kependudukannya bisa mandeg,” tandasnya. (juh/ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed