oleh

Pencairan DAK Fisik masih Nihil

-Ekonomi-357 views

Juanda: Terlambat Bisa Hangus

SORONG – Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp 551,97 miliar realisasinya masih belum bergerak alias nihil. Data tersebut ditunjukkan berdasarkan hasil pantauan Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN) hingga pada Minggu ke-4 April 2021 ini.
Kepala Kantor Pelayan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sorong, Juanda mengungkapkan, bahwa tak terealisasinya DAK fisik tersebut bukan disebabkan oleh pihak KPPN Sorong. Tetapi karena memang belum satupun Pemerintah daerah yang mengajukan pencairan DAK Fisik tersebut.

PMB OPBJJ-UT Sorong

”KPPN Sorong sudah siap, dananya sudah ada. Tergantung bagaimana pemda. Masalahnya di Sorong Raya belum ada pemda yang mengajukan pencairan DAK Fisik. Padahal seharusnya, DAK Fisik ini bisa sangat mendongkrak pembangunan daerah,” ujarnya, Selasa (20/4).
Padahal, sambungnya, DAK Fisik merupakan salah satu sumber pembangunan di daerah. Oleh karenanya, realisasi dana tersebut harus maksimal sehingga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terlebih di saat pandemi covid-19 ini, APBN/APBD merupakan sumber utama pemulihan ekonomi nasional di saat sektor lain lesu akibat terdampak pandemi.
Bagi Pemda yang sudah berniat mengajukan pencairan DAK Fisik, adapun dokumen persyaratan yang harus dilengkapi.
Syarat tersebut yakni pertama, Perda APBD TA berjalan.
Kedua, adanya laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output kegiatan DAK Fisik TA sebelumnya yang telah direview pengawas internal (APIP).
Ketiga, foto dengan titik koordinat yang menunjukkan realisasi pelaksanaan kegiatan.
Keempat, rencana kegiatan yang telah disetujui oleh kementerian teknis terkait. Kemudian terakhir, daftar kontrak kegiatan.
Juanda, mengatakan batas waktu pemenuhan dokumen persyaratan DAK Fisik tahap I berakhir pada tanggal 21 Juli 2021. Apabila melewati batas yang ditentukan, maka alokasi DAK Fisik tersebut bisa menguap hangus. Kendala yang biasanya terjadi di lapangan adalah belum selesainya proses pengadaan barang/jasa terhadap suatu kegiatan dan perubahan juknis dari kementerian teknisnya.

”Waktu yang tersisa ini sangatlah cepat, jadi perlu diantisipasi oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Jangan sampai terlambat, karena jika itu terjadi tentu DAK Fisik bisa menguap hangus,” kata dia.
Juanda menggambarkan, realisasi DAK Fisik pada Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp 644,45 miliar atau 97,89 persen dari alokasi pagu sebesar Rp 658,33 miliar. Sementara realisasi tahun 2020 tersebut, menyisakan sebesar Rp 13,88 miliar yang tidak terserap. Artinya uang tersebut harus dikembalikan kepada negara.
Ia berharap, realisasi DAK Fisik tahun ini dapat lebih tinggi dari tahun kemarin. Pengajuannya oleh Pemda juga diharapkan bisa lebih cepat dan tentunya akuntabel.
Pihaknya juga selalu mendorong pemda agar DAK Fisik yang ada segera disalurkan sehingga dapat menimbulkan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat dan menggerakkan roda pembangunan di daerah se-Sorong Raya.

”Kami harap Pemda segera mengambil langkah untuk percepatan pemenuhan dokumen persyaratan tersebut. Supaya dananya bisa segera dicairkan dan dipergunakan sebagaimana mestinya,” tandas Juanda.(ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed