oleh

Penanganan Covid Kota Terbaik se-Papua Barat

Lambert Jitmau : Pasien Covid-19 yang Dirawat Tersisa 9 Orang

SORONG – Panglima TNI, Dr. Marsekal Hadi Tjahjanto,S.IP, dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo,MSi melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong untuk membahas terkait penanganan Covid-19. Dari pertemuan Panglima TNI dan Kapolri bersama Forkopimda, Kota Sorong dinilai sebagai daerah dengan penanganan Covid-19 terbaik di Papua Barat, disusul Kabupaten Sorong.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau menerangkan, hal yang menjadi indikator baiknya penanganan Covid-19 di Kota Sorong dilihat dari tingkat kesembuhan pasien. Saat ini pasien Covid-19 yang dirawat di RS di Kota Sorong tersisa 9 orang. “Indikatornya dilihat dari tingkat kesembuhan pasien. Sekarang tinggal 9 pasien yang tinggal di RS, itupun mungkin nanti malam atau besok mereka sudah bisa pulang,” katanya.

Panglima TNI dan Kapolri juga berharap Kota Sorong jadi role model bagi daerah lain terkait penanganan Covid-19. Wali Kota mengatakan, saat ini capaian vaksinasi di Kota Sorong masih di bawah 30 persen, disebabkan minimnya ketersediaan vaksin di Kota Sorong. Oleh karena itu, Wali Kota juga meminta tambahan jatah vaksin dari pemerintah pusat. “Saya minta tambahan vaksin, untuk jumlahnya tergantung yang bagi. Yang jelas saya maunya banyak, namun ada beberapa daerah yang penanganan COVID-nya belum baik sehingga itu yang diutamakan. Kita tinggal tunggu berapa yang dikasih nanti,” tukasnya.

Meski menjadi daerah dengan penanganan Covid-19 terbaik di Papua Barat, namun Ada beberapa catatan yang diberikan kepada Pemkot Sorong. Misalnya terkait tracing kontak erat yang pelaksanaannya harus lebih masif lagi. Sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan, tracing kontak erat rasionya harus 1:15. Artinya, 1 kasus terkonfirmasi positif, 15 orang harus diperiksa. “Tracing sudah dilaksanakan cukup baik namun masih terbatas, karena rasionya baru 1:3, sementara berdasarkan aturan Kemenkes harus 1:15,” ujar Panglima TNI dalam paparannya.

Kendati demikian lanjut Panglima TNI,  score treatment rawat inap di Kota Sorong menurun 10 persen. Sebab beberapa kasus terkonfirmasi positif melaksanakan isoman dan mereka sembuh. “Ini bagus, masyarakat bersedia untuk isoman, tapi harus hati-hati karena disampaikan Wali Kota bahwa di Kota Sorong menjadi gerbang keluar masuknya penduduk Sorong Raya, bahkan Papua Barat,” terang Panglima TNI.

Beberapa hal yang ditekankan Panglima TNI dalam penanganan kasus Covid-19 antara lain, meningkatkan testing dan tracing kontak erat dengan rasio 1:15 sesuai aturan Kemenkes. Selain itu, target vaksinasi nasional mulai September harus mencapai 2 juta per hari. Selanjutnya, Panglima juga berpesan agar ada pengurangan mobilitas di Kota Sorong. Yang terakhir, melaksanakan isolasi terapung dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed