oleh

Pemprov Santuni Korban Banjir

-Metro-132 views

SORONG-Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan memberikan santuan kepada korban meninggal dan korban luka-luka akibat banjir dan longsor di Kota Sorong. Penyerahan bantuan dilakukan gubernur saat berada di kompleks Melati Raya usai meninjau di lokasi Galian C, Kamis (30/7).

Bantuan santunan berupa uang senilai Rp 10 juta diberikan kepada keluarga atau hak waris perorangan dari 6 korban meninggal akibat banjir dan uang senilai Rp 5 juta untuk biaya pengobatan perorangan terhadap 9 orang korban luka-luka akibat banjir. Selain bantuan santunan, Gubernur Papua Barat juga memberikan bantuan pangan berupa beras sebanyak 53.642.400 Kg, perlengkapan anak sekolah, 200 paket dandang, 150 paket perlengkapan keluarga terdampak banjir. 200 paket perlengkapan bayi, matras, tenda gulung. Bantuan APD berupa 1000 masker dan vitamin. Bantuan Gubernur Papua Barat ini direncanakan akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Sorong untuk didistribusikan.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat mengungkapkan, bantuan ini akan didistribusikan oleh Pemerintah Kota Sorong, ia berharap warga tidak melihat dari besar dan jumlah bantuan tersebut, mengingat pemberian bantuan ini sudah diatur didalam UU terkait penanganan bencana.

“Saya berharap masyarakat bisa menerima dengan suka cita, karena tahun ini kita dalam masa pandemi sehingga ini menjadi tanggung jawab bersama dan mari kita patuh melaksanakan semua imbauan yang ada sehingga terhindar dari Covid-19,”tandasnya.

Ditempat berbeda, Gubernur Papua Barat juga menyerahkan bantuan tunai, dari Program Tangan Kasih Pemerintah Provinsi Papua Barat, kepada 2.834 pekerja formal dan informal yang ada di Kota Sorong yang berlangsung di Gedung Samu Siret Kantor Wali Kota Sorong.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat, terdapat 62.450 tenaga kerja formal dan informal yang tersebar di kabupaten/kota se-Papua Barat.

“Dari 62.450 orang pekerja formal dan informal yang terdata, Pemerintah Provinsi Papua Barat hanya bisa memberikan bantuan kepada 32.317 orang pekerja. Untuk Kota Sorong sendiri, sebanyak 2.834 pekerja formal dan informal yang mendapatkan bantuan tunai,” ungkapnya.

Sehingga, sebanyak 30.133 orang pekerja di Papua Barat yang belum bisa diakomodir untuk mendapatkan bantuan. Berarti, masih ada 30.133 pekerja di Papua Barat yang belum diakomodir. Ia harapkan 30.133 pekerja ini dapat diakomodir oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat melalui program yang sama.

Dirincikan gubernur, bantuan yang diberikan kepada para pekerja formal dan informal ini dalam bentuk buku tabungan yang berisi uang tunai sebanyak Rp 1.800.000. “Buku tabungan yang diberikan kepada para pekerja formal dan informal dari Bank BNI, BRI dan Mandiri berisi uang tunai sebanyak Rp 1.800.000. Bantuan uang tunai ini, yaitu dari Bulan April, Mei dan Juni masing-masing sebesar Rp 600.000. Sehingga Total dana tabungan sebesar Rp 1.800.000,” terangnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed