oleh

Pemprov PB Gelar Rakor Penyelenggaraan Pemerintahan

-Manokwari-593 views

ANOKWARI-Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan menggelar Rapar Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Pemerintah dengan para bupati/walikota dan ketua DPRD kabupaten/kota, di Aston Niu Hotel Manokwari, Kamis (3/10/2019). 

Bupati  yang hadir di antaranya, Bupati Fakfak Moh Uswanas, Bupati Teluk Bintuni Peter Kasihiw, Bupati Maybrat Bernard Sagrim, Bupati Sorong, Jhony Kamuru, Wakil Bupati Sorong Selatan, Wakil Bupati Teluk Wondama.

Pada Rakor ini Gubernur menyinggung para mahasiswa asal Papua Barat yang  kuliah di sejumlah kota di Jawa, Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan tetap bertahan di kota studi. Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah kabupaten/kota yang telah mengeluarkan imbauan kepada para mahasiswa agar tidak pulang ke tanah Papua, tetapi tetap kuliah di kota studi.

Gubernur mengatakan, ada 69 mahasiswa asal Papua Barat  yang pulang sebagai dampak gejolak di daerah. Namun 69 mahasiswa ini telah kembali ke kota studi masing-masing. “Mereka telah kembali dan kuliah lagi. Kita imbau agar mereka tetap di kota studi masing-masing untuk kuliah,” ujar Gubernur didampingi Asisten 1 Bidang Pemerintahan Drs Musa Kamudi dan Kaban Kesbangpol Dr. Baesara Wael, SSos, MM.

Gubernur ingin mendapatkan masukan dari para bupati, ketua DPRD ada Rakor ini. Gubernur juga berencana akan bertemu dengan pimpinan DPR PB dan MRP PB untuk melengkap pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan ke pemerintah pusat.

“Pokok-pokok pikiran dari para bupati/walikota, pimpinan DPR Papua Barat, MRP Papua Barat akan dikita laksanakan diskusi publik. Kita akan undang para akademisi, pimpinan perguruan tinggi, lembaga adat dan komponen masyarakat lainnya,” jelasnya.

Pokok-pokok pikiran dari para kepala daerah, pimpinan DPRD, akademisi dan tokoh adat ini lanjut Gubernur sebagai persiapan  menuju pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo. Gubernur menyatakan, bila Presiden memanggil pemerintah dan tokoh masyarakat asal Papua Barat, maka apa yang akan disampaikan telah siap. “Kalau Istana panggil kita, maka kita sudah siap. Sehingga ketika bertemu dengan Presiden di Istana negara, tidak semua bicara karena sudah ada pokok-pokok pikiran,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan rencana kedatangan Tim Kordinasi Superivisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada 7-11 Oktober. KPK akan menertibkan aset daerah, optimalisasi pendapatan asli daerah dan penyelamatan sumber daya alam.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed