oleh

Pemprov Lamban !

Geram Jalan Rusak Tidak Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang

SORONG –  Warga yang berada di Jalan Sungai Kamundan Km 12 Masuk Sorong Timur geram dengan rusaknya jalan yang hingga kini tak kunjung diperhatikan pemerintah. Melampiaskan kegeramannya, warga akhirnya menanam 2 pohon pisang, keladi dan sereh di tengah jalan yang rusak parah ­tersebut. 

Anggota DPR Papua Barat yang merupakan Ketua Infrastuktur Komisi Pembangunan, Max Hehanusa mengatakan bahwa DPR Provinsi Papua Barat telah melakukan pembahasan APBD dan pihaknya telah menanyakan hal tersebut kepada Pemprov Papua Barat, namun pemprov terkesan acuh dan memandang sebelah mata akan kepentingan umum. 

Max menilai Pemprov Papua Barat hanya memperhatikan daerah lain dibanding Kota Sorong yang merupakan daerah pintu masuk ke Provinsi Papua Barat. “Saya sudah hubungi pihak PUPR PB yaitu Bina Marga yang menangani jalan, mereka masih dalam proses pelelangan dan lain-lain. Kami meminta pemprov harus mengambil langkah lebih cepat daripada itu. Saya lihat pemprov sudah terlalu lambat untuk mengatasi hal-hal menyangkut kepentingan umum. Disini pemprov sepertinya melihat Kota Sorong dengan sebelah mata dibandingkan dengan kabupaten yang lain. Ini menjadi catatan kepada kita semua, baik kepada pak gubernur untuk bisa melihat kepada dinas terkait. Kita sebagai dewan sudah berteriak sekeras mungkin tapi lambat jalannya,” kata Max Hehanusa kepada Radar Sorong, Minggu (6/6).

Disinggung mengenai dana rutin yang ada pada setiap pembangunan infrastruktur jalan, Max mengatakan bahwa sekalipun ada dana tersebut. Pemrov tetap harus mengutamakan kepentingan masyararakat atau kepentingan umum dan tidak perlu terlalu banyak alasan  karena kerusakan jalan merupakan hal yang urgen untuk segera ditangani. “Pada prinsipnya itu pemeliharaan jalan tidak seluruhnya ruas jalan, tetapi apapun juga untuk kepentingan masyarakat, itu bisa dicari akal untuk dilakukan. Jadi jangan terlalu banyak birokrasi. Pemprov pandang enteng kah, terlalu lambat menangani itu yang saya sering berteriak menyangkut jalan. Apapun untuk kepentingan umum, baik kota, baik provinsi itu harus bertanggung jawab,” tegasnya. 

Pihaknya lanjut Max Hehanusa, sudah seringa menyuarakan agar jalan yang rusak tersebut segera diperbaiki, namun nyatanya hingga kini belum juga diperbaiki. Dengan adanya gerakan dari warga, Max berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat agar segera memperhatikannya dan memberbaiki jalan rusak tersebut. “Saya sudah sering teriak untuk perbaikan jalan rusak tersebut. Dengan adanya warga turun, itu membuat agar jalan segera diperbaiki,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Amanat Kesejahteraan Bangsa DPRD Kota Sorong, Safrudin Sabonama menjelaskan bahwa akses jalan strategis tersebut menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi untuk memperbaikinnya. “Pemerintah Kota Sorong pasti keberatan dan akan menyalahi aturan kalau mengambil alih pebaikan jalan yang rusak tersebut karena dalam ketentuan aturan sudah diatur mana-mana saja jalan jalan provinsi, mana jalan kabupaten-kota,”  kata Sabonama kepada Radar Sorong, kemarin.

Karena itu, Sabonama mengingatkan kepada Gubernur Provinsi Papua Barat, selain kunjungan kerja untuk menghadiri kegiagan-kegiatan pemerintah di kota atau kota di wilayah Sorong Raya, menghadiri kegiatan sosial kemasyarakatan, juga harusnya melihat realitas yang sebenarnya penting dan urgen yang terjadi di masyarakat. “Pak Gubernur kan sering datang ke Kota Sorong untuk melakukan akfitas-aktifitas, menghadiri undangan ini itu, meresmikan bangunan ini itu dan lain sebagainya, saya berharap bukan hanya sekedar hadir meresmikan dan sebagainnya tetapi juga harus bertanggungjawab terhadap masalah yang terjadi di masyarakat salah satunya jalan ruas provinsi yang sebenarnya menjadi domainnya provinsi,” tegas Sabonama.

Kendati merupakan kewenangan dan tanggungjawab pemerintah provinsi, Sabonama mengingatkan kepada Pemerintah Kota Sorong dalam hal ini OPD teknis  agar proaktif membangun koordinasi, komunikasii dan sinergisitas dengan pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas PU dan Balai Peningkatan Jalan, supaya permasalahan kerusakan jalan ini cepat diselesaikan. 

Pantauan Radar Sorong, pohon pisang yang diantaranya sudah berbuah, keladi dan sereh ditanam warga di dua lokasi tepat di tengah jalan. Agar pohon pisang tidak tumbang, dipasang juga tongkat penopang, sehingga pohon pisang yang sudah berbuah tersebut bisa berdiri di tengah-tengah jalan. 

Kondisi jalan sangat memprihatinkan, lubang-lubang jalan terisi dengan air berlumpur. Akibat jalan yang rusak tersebut membuat beberapa pengendara jatuh saat melaluinya. Ada pula yang harus memutaru jalan lain yang lebih jauh dari tempat tujuan karena tidak melalui jalan rusak tersebut.  “Jalan ini sudah rusak dan parahnya mulai dari Januari, ini sangat mengganggu. Ada pernah yang jatuh karena jalan licin kalau hujan, ada ibu-ibu dan anaknya juga karena mau ke sekolah. Karena itu makanya sampai warga di depan sana tanam pohon pisang, ada daun sereh juga,” kata salah satu warga yang tinggal berhadapan dengan jalan rusak tersebut, Sanga yang didampingi istrinya kepada Radar Sorong, Sabtu, (6/6).

Salah seorang pemotor, Didi mengatakan bahwa ia kadang harus melintasi jalan lain untuk ke kantornya, namun itu memakan waktu dan jarak yang lumayan jauh, sehingga ia kadang terpaksa menerobos jalan yang rusak parah tersebut. “Kalau ikut sini harus terima kenyataan karena kantor di depan sana lebih cepat sampai. Tapi kalau tidak terlambat, saya putar ikut jalan lain lagi. Cuma itu, jauh toh baru lama sampai,” ungkapnya. (zia/ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed