oleh

Pemkot Sorong Siaga Bencana

Antisipasi Siklon Tropis, Pemkab Manokwari Gelar Rapat

SORONG – Mengantisipasi cuaca buruk yang dipre­diksi terjadi dari tanggal 13 hingga 19 April,  Pemerintah Kota Sorong siap siaga menghadapi bencana. Kendati demikian, Pemkot Sorong berharap agar cuaca buruk tidak terjadi melanda Kota Sorong.

Sekda Kota Sorong Drs.Yacob Kareth,MSi mengatakan, salah satu langkah menghadapi cuaca buruk dengan melakukan rapat dengan muspida, menyampaikan hal-hal terkait bencana. Kesiapsiagaan ditunjukkan Pemkot beberapa waktu lalu melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka penanggulangan bencana alam. 

“Bencana kita tidak minta, tetapi mengantisipasi. Langkah berikut secara internal kita rapat dengan BPBD, Dinsos, Lingkungan Hidup, TNI, Polri, BMKG secara teknis menyiapkan dengan apel kesiapsiagaan bencana. Masyarakat juga harus waspada soal bencana apapun namanya, persiapkan surat-surat yang penting,” kata Yacob Kareth.

Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone mengatakan, pertemuan kali ini mengantisipasi Siklon Tropis 94W yang diwarning oleh pusat kepada daerah-daerah yang diprediksi akan mengalami dampak tersebut. 

“Dari pusat mengatakan badai ini terjadi di lautan sehingga akan menimbulkan gelombang. Tentu kami akan koordinasi dengan forkopimda, instansi vertical Basarnas, BMKG, BMKG, untuk membahas apa saja yang mau dilakukan, salah satunya kami turun lapangan bersama TNI, Polri untuk memastikan masyarakat yang berada di sepanjang pesisir pantai diberikan sosialisasi untuk tetap waspada tentang tanda-tanda adanya badai ini,” kata Herlin Sasabone kepada Radar Sorong, Rabu (14/4). 

Sementara itu, peringatan adanya Siklon Tropis 94W disikapi Pemerintah Kabupaten Manokwari serta instansi terkait lainnya. Bertempat di Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Rendani, Rabu (14/4) digelar pertemuan dihadiri Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manokwari drg. Henri Sembiring, Asisten 1 Setdakab Manokwari Wanto,SSos, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kepala BPBD Manokwari, Kadin Persandian Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Kesehatan Manokwari serta pihak terkait lainnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Rendani Manokwari Daniel Tandi menjelaskan, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim akibat munculnya Bibit Siklon Tropis 94W yang muncul di Samudera Pasifik bagian utara Papua yang berpotensi menyebabkan tinggi gelombang mencapai 2,5-6 meter.

Dia menjelaskan, Siklon Tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 Km. Siklon Tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

Secara teknis, Siklon Tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala Sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam. “Kadangkala di pusat Siklon Tropis terbentuk suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon. Diameter mata siklon bervariasi mulai dari 10 hingga 100 km. Mata siklon ini dikelilingi dengan dinding mata, yaitu wilayah berbentuk cincin yang dapat mencapai ketebalan 16 km, yang merupakan wilayah dimana terdapat kecepatan angin tertinggi dan curah hujan terbesar,” jelas Daniel Tandi.

Dikatakannya, masa hidup suatu siklon tropis rata-rata berkisar antara 3 hingga 18 hari. Karena energi siklon tropis didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan. Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah di muka bumi, yaitu badai tropis atau typhoon atau topan jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat.

Kecepatan angin maksimum siklon tropis, angin permukaan rata-rata 10 menit tertinggi yang terjadi di dalam wilayah sirkulasi siklon. Angin dengan kecepatan tertinggi ini biasanya terdapat di wilayah cincin di dekat pusat siklon, atau jika siklon ini memiliki mata, berada di dinding mata.

Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manokwari drg. Henri Sembiring mengatakan, walau ada ancaman badai, pemerintah daerah belum menetapkan status darurat. Hanya saja diingatkan kepada masyarakat yang berada di pesisir pantai untuk selalu waspada dari ancaman gelombang laut, angin kencang serta longsor. Nelayan diminta tak melaut untuk sementara.  (zia/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed